⌂ Beranda News Rupiah Berpotensi Menguat terhadap Dollar AS Dipicu Sentimen Global

Rupiah Berpotensi Menguat terhadap Dollar AS Dipicu Sentimen Global

Rupiah Berpotensi Menguat terhadap Dollar AS Dipicu Sentimen Global
Grafik pergerakan rupiah dan IHSG yang menunjukkan pelemahan dan penurunan tajam
A A Ukuran Teks16px

Nilai tukar rupiah diproyeksikan menguat terhadap dollar AS pada perdagangan Senin (15/6/2026). Optimisme pasar meningkat seiring meredanya konflik di Timur Tengah.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut sentimen positif muncul setelah pernyataan AS dan Pakistan tentang kesepakatan damai.

>>> Kejagung Setor PNBP Rp1,029 Triliun ke Kemenkeu

Namun, pernyataan itu belum dikonfirmasi Iran.

"Rupiah berpotensi kembali menguat terhadap dolar AS di kisaran Rp 17.700-17.800 per dollar AS," ujar Lukman.

Potensi Fluktuasi dan Faktor Eksternal

Di sisi lain, pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai rupiah akan bergerak fluktuatif. Hal ini dipengaruhi perkembangan konflik Timur Tengah dan kebijakan moneter AS.

"Untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.860-Rp 17.910," tulis Ibrahim.

Ibrahim memproyeksikan pergerakan rupiah sepekan ke depan di kisaran Rp 17.780-Rp 18.040.

Dollar AS diperkirakan menguat ke level 100,790 dengan support 99,100 dan resistance 100,700.

>>> Harga Pertamax Naik, Pengendara Motor Beralih ke Pertalite

Menurut Ibrahim, pergerakan dollar AS dipengaruhi dua faktor utama: geopolitik Timur Tengah dan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Pasar menyambut positif rencana kesepakatan damai AS-Iran yang berpotensi membuka Selat Hormuz dan menurunkan harga minyak.

Namun, risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang.

Pelaku pasar menanti hasil pertemuan bank sentral utama, termasuk The Fed, yang akan menentukan arah indeks dollar AS.

"Jadi masih ada indikasi bahwa indeks dollar AS itu akan kembali menguat," tutur Ibrahim.

>>> Polisi Malaysia Tangkap Empat Penganiaya ART Indonesia di Johor

The Fed berpeluang mempertahankan suku bunga acuan, namun kenaikan tetap terbuka jika inflasi meningkat. Investor kini menunggu perkembangan geopolitik dan keputusan The Fed.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru