Pertandingan Grup B Piala Dunia 2026 antara Swiss dan Qatar berakhir imbang 1-1, diwarnai keputusan penalti yang memicu perdebatan.
Swiss unggul lebih dulu melalui penalti Breel Embolo pada menit ke-17, setelah Remo Freuler dinilai dijatuhkan oleh Mahmud Abunada.
>>> Natalius Pigai Bantah Usulan Anggaran Kantor Baru Kementerian HAM
Keputusan tersebut menjadi sorotan karena Freuler diduga berada dalam posisi offside saat menerima bola, sebelum momen pelanggaran terjadi.
Meskipun VAR menyatakan kedua pemain dalam posisi onside dengan selisih tipis, publik mempertanyakan absennya tayangan grafik 3D yang biasanya menyertai pemeriksaan.
Mantan pemain Inggris, Gary Neville, mengkritik kurangnya transparansi FIFA dalam menampilkan bukti visual kepada penonton.
Ia menyatakan kekecewaannya karena FIFA, sebagai penyelenggara, tidak menunjukkan bukti yang ada untuk mengklarifikasi keputusan tersebut.
>>> Permintaan Protein Whey Meroket, Produsen Kewalahan Penuhi Pasokan Global
Menanggapi kritik, FIFA merilis pernyataan resmi yang menjelaskan bahwa gangguan teknis singkat menjadi penyebab hilangnya animasi grafik onside.
FIFA menegaskan bahwa alur kerja VAR tidak terpengaruh dan berjalan sesuai prosedur normal.
Garis yang digunakan VAR untuk memeriksa posisi pemain tidak menunjukkan adanya offside dalam situasi sebelum penalti diberikan.
Swiss gagal mempertahankan keunggulan setelah Qatar menyamakan kedudukan melalui Miro Muheim di masa injury time.
>>> IPO SpaceX Pecahkan Rekor, Valuasi Lampaui PDB Indonesia
Meski imbang, Swiss memimpin klasemen Grup B berkat keunggulan fair play.