⌂ Beranda News IHSG Melonjak 5,03% ke 6.309,72 Didorong Sentimen Damai AS-Iran

IHSG Melonjak 5,03% ke 6.309,72 Didorong Sentimen Damai AS-Iran

IHSG Melonjak 5,03% ke 6.309,72 Didorong Sentimen Damai AS-Iran
Grafik IHSG menguat ke level 6.007,65
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak signifikan sebesar 5,03 persen ke level 6.309,72 pada penutupan perdagangan sesi pertama, Senin (15/6/2026).

Penguatan tajam ini sejalan dengan tren positif mayoritas bursa saham global.

>>> Bigetron by Vitality Juara MPL ID S17, Akhiri Dominasi Onic

Sentimen Global dan Regional

Kenaikan IHSG turut diikuti bursa Asia lainnya.

Nikkei 225 naik 4,96 persen ke 69.295,39, Hang Seng Index menguat 0,58 persen ke 24.857,22, Shanghai Composite Index naik 0,94 persen ke 4.069,21, dan Straits Times Index menguat 1,07 persen ke 5.079,37.

Pemicu utama apresiasi pasar adalah sentimen internasional terkait pakta perdamaian yang mengakhiri konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Kondisi kondusif itu mendorong pembukaan kembali Selat Hormuz dan menekan harga minyak dunia hingga turun lebih dari 4 persen.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan penguatan IHSG lebih dominan dipengaruhi faktor global karena bursa regional juga terapresiasi dengan baik.

Penurunan harga minyak otomatis memangkas kekhawatiran investor terhadap risiko inflasi global.

Faktor Domestik dan Prospek

Dari dalam negeri, pelaku pasar merespons positif pembatalan skema kontrak bagi hasil gross split dan rencana relaksasi RKAB di sektor pertambangan mineral dan batu bara.

>>> Mengapa Banyak Pengguna Mengucapkan Tolong dan Terima Kasih ke ChatGPT

Mereka juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pekan ini.

Nafan menambahkan, kelanjutan regulasi seperti pembatalan gross split dan potensi relaksasi RKAB sebelumnya sudah memberikan nafas lega bagi pasar sejak pekan lalu.

Direktur Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, mencatat IHSG sempat oversold saat menyentuh level 5.400-an dan kini dalam fase rebound.

Sepanjang lima hari perdagangan terakhir, IHSG mencatat akumulasi penguatan mencapai 18,11 persen.

Penurunan harga minyak berkat perdamaian AS-Iran dinilai meredakan beban subsidi dan tekanan fiskal bagi anggaran negara Indonesia.

Meski demikian, Wawan mengingatkan investor untuk waspada terhadap potensi aksi ambil untung (profit taking) jika muncul sentimen negatif eksternal.

>>> Qatar Raih Poin Perdana di Piala Dunia Usai Tahan Imbang Swiss

Faktor risiko yang dapat memicu pembalikan arah meliputi potensi meningkatnya ketegangan AS-Iran serta hasil pertemuan FOMC pekan ini.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru