⌂ Beranda News Siasati Biaya Pernikahan Melonjak dengan Skala Prioritas

Siasati Biaya Pernikahan Melonjak dengan Skala Prioritas

Siasati Biaya Pernikahan Melonjak dengan Skala Prioritas
Pasangan muda menghitung anggaran pernikahan
A A Ukuran Teks16px

Menyelenggarakan pesta pernikahan di tengah ketidakpastian finansial global menjadi tantangan tersendiri bagi calon pengantin.

Lonjakan harga barang dan jasa memengaruhi daya beli, sehingga memaksa banyak pihak memikirkan ulang anggaran sebelum melangkah ke pelaminan.

>>> Kejaksaan Agung Serahkan Uang Rampasan Rp1 Triliun ke Kemenkeu

Banyak pasangan muda menyadari bahwa momentum sakral ini tidak harus diiringi dengan pengeluaran yang tidak terkendali.

Terdapat beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk menyiasati perencanaan pernikahan dalam kondisi ekonomi saat ini.

Dampak Ekonomi pada Industri Pernikahan

Dampak pergeseran ekonomi terasa langsung pada rantai pasokan industri pernikahan.

Kenaikan harga material dasar untuk mempercantik area resepsi otomatis memengaruhi penawaran akhir yang diberikan oleh penyedia jasa kepada klien.

"Karena sesimpel dekorasi seperti bunga itu (harganya) naik. Styrofoam itu harganya naik.

Plastik juga naik," papar pendiri FIOR Organizer, Vini, kepada Kompas. com di Bridestory Fair Juni 2026, JICC Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).

Kondisi tersebut memicu pasangan untuk merombak ulang rencana awal secara cepat.

Pengalokasian dana tidak dapat lagi disebar merata ke seluruh komponen acara, melainkan harus dipusatkan pada aspek yang dinilai paling krusial.

Dalam menentukan hal ini, komunikasi terbuka antarcalon pengantin menjadi kunci utama.

"Apakah kalian lebih peduli venue-nya yang bagus, tapi makanannya enggak usah terlalu enak, atau kalian lebih mempedulikan guest experience daripada apa yang nempel di badan kalian," terang Vini.

Vini menambahkan bahwa penyusunan vendor prioritas inilah yang nantinya akan mempermudah para calon pengantin dalam membagi bujet secara tepat, dan menghindari kebocoran bujet.

Pemangkasan Masa Persiapan Guna Menekan Biaya Tambahan

Adaptasi terhadap situasi ekonomi saat ini juga mengubah durasi perencanaan pernikahan.

Jika sebelumnya persiapan ideal membutuhkan waktu lebih dari satu tahun, sebagian pasangan kini lebih memilih periode yang jauh lebih singkat.

"Kalau sekarang aku pernah menemukan kayak ini kan bulan Juni, bulan Mei kemarin masih ada yang nyari untuk bulan Juli.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru