FIFA menyatakan berkomitmen melindungi kesehatan pemain, wasit, penggemar, dan staf. Mereka mengklaim risiko cuaca telah dipertimbangkan dalam perencanaan turnamen.
FIFA akan menerapkan jeda tiga menit wajib di setiap babak, terlepas dari kondisi cuaca. Bangku dengan teknologi pengatur suhu akan disediakan untuk staf teknis dan pemain cadangan.
FIFA juga menggunakan Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) sebagai ukuran standar. Jika WBGT mendekati atau di atas 32 derajat, penyelenggara harus mengambil tindakan untuk mencegah penyakit terkait panas.
Untuk penonton, FIFA mengizinkan botol air tersegel, menyediakan area teduh, sistem gerimis buatan, bus pendingin, dan distribusi air minum.
FIFA menolak mengomentari langsung surat para akademisi. Namun, mereka mengatakan akan menggunakan model mitigasi panas berjenjang dengan langkah yang disesuaikan kondisi saat itu.
Seorang juru bicara FIFA menyebut akan ada dukungan meteorologi khusus selama turnamen. Jadwal telah dirancang dengan mempertimbangkan iklim, termasuk penyesuaian waktu kick-off dan pembatasan laga saat suhu ekstrem.
FIFA berjanji terus memantau kondisi dan menerapkan langkah kontingensi jika diperlukan.
>>> Kemenkeu Akui Belum Serahkan Aset Negara ke BPI Danantara
Mereka akan bekerja dengan otoritas tuan rumah dan pakar medis untuk memastikan Piala Dunia berlangsung aman dan fleksibel.