PT Hero Global Investment Tbk (HGII) mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 2,795 miliar.
Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Kamis (11/6/2026).
>>> 20 Contoh Prompt Poster Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H untuk AI
Nilai dividen tersebut setara dengan 16 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Setiap pemegang saham akan menerima Rp 4,3 per lembar saham.
Seluruh mata acara rapat telah disetujui pemegang saham, termasuk laporan penggunaan laba bersih hingga 31 Desember 2025.
Sisa laba bersih akan dialokasikan untuk memperkuat struktur permodalan guna mendukung ekspansi usaha.
Direktur Utama HGII Robin Sunyoto menyatakan bahwa pembagian dividen merupakan bentuk apresiasi atas dukungan pemegang saham. Hal ini juga mencerminkan pencapaian positif internal perusahaan.
"Perseroan mengapresiasi kepercayaan dan dukungan seluruh pemegang saham.
Persetujuan pembagian dividen pada tahun ini merupakan cerminan kinerja Perseroan yang solid serta keyakinan terhadap prospek usaha ke depan," ujar Robin Sunyoto.
Fokus pada Energi Baru Terbarukan
Manajemen menegaskan komitmen untuk terus memacu pertumbuhan berkelanjutan. Prioritas diberikan pada efisiensi operasional dan peningkatan nilai bagi pemangku kepentingan.
>>> Toyota Town Ace 4WD Retro Curi Perhatian di BBQ Ride Bandung
Langkah strategis HGII pada 2026 difokuskan pada penguatan posisi di sektor energi baru dan terbarukan (EBT).
Perusahaan akan mengoperasikan dua Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Kedua PLTM tersebut adalah PLTM Parmonangan-1 (9 MW) dan PLTM Parmonangan-2 (10 MW). Keduanya terikat kontrak Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero).
HGII juga menguasai minoritas saham Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Ujung Batu berkapasitas 3 MW di Riau.
"Energi hidro adalah segmen yang kami kuasai secara mendalam, dari sisi teknis, operasional, hingga kemitraan dengan PLN," kata Robin Sunyoto.
Ia menambahkan bahwa RUPTL 2025-2034 membuka ruang besar bagi HGII untuk tumbuh bersama kebutuhan energi bersih nasional.
Saat ini, HGII sebagai Independent Power Producer (IPP) sedang mengikuti proses lelang proyek PLTM di Sumatera Utara dan pembangkit listrik tenaga bioenergi di Kalimantan Barat.
>>> Pemerintah Pastikan Pasokan Listrik dan Batu Bara Jawa Aman
Manajemen menyatakan perluasan portofolio investasi EBT dijalankan secara disiplin dan selektif. Hal ini dilakukan untuk mendukung transisi energi nasional.