Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz pada Jumat, 19 Juni mendatang.
Keputusan ini diambil setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata bersejarah antara AS dan Iran.
>>> IHSG Ditutup Melonjak 5,03 Persen ke Level 6.309 pada Sesi Pertama
Blokade militer yang melumpuhkan jalur pelayaran internasional tersebut resmi diakhiri demi memulihkan lalu lintas minyak global.
Kesepakatan Akhiri Konfrontasi Bersenjata
Langkah perdamaian ini menandai berakhirnya konfrontasi bersenjata antara kedua negara yang telah berlangsung sejak perang pecah pada 28 Februari lalu.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengonfirmasi kepastian penghentian konflik pada hari Minggu waktu setempat.
Pengumuman pembukaan jalur maritim penting ini bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-80 Presiden AS yang jatuh pada hari Minggu.
Trump menegaskan bahwa kesepakatan politik ini menjadi titik balik bagi normalisasi arus kapal dagang di kawasan Timur Tengah.
Melalui media sosial Truth Social, Trump menulis, "Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai.
>>> Aldi Satya Mahendra Rebut Podium Ketiga WorldSSP Misano
Dengan ini saya memberikan izin penuh untuk pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya, dan memerintahkan penghentian segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat."
Ia menambahkan, "Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin kalian. Mari kita alirkan kembali minyaknya."
Dalam pernyataan terpisah, Trump memproyeksikan bahwa kesepakatan ini akan menjadi fondasi bagi keamanan dan perdamaian yang lebih menyeluruh di masa depan.
Ia juga mengkritik kegagalan para pemimpin AS terdahulu yang dinilai tidak mampu meredam ketegangan dengan Teheran.
Trump menyatakan, "Para pemimpin di kawasan ini, untuk pertama kalinya, menemukan sosok presiden yang bisa membantu mereka mewujudkan perdamaian nyata."
Penandatanganan kesepakatan resmi dan agenda pembersihan ranjau darat dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat mendatang.
>>> IHSG Melaju Positif ke Level 6.216,07 Usai Kepercayaan Pasar Menguat
Dalam wawancara dengan The New York Times, Trump memberikan peringatan bahwa kekuatan militer AS siap mengambil tindakan kembali di Timur Tengah dengan kompensasi ekonomi tertentu dari pendapatan kawasan.