Pemerintah Kota Makassar memperluas akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kerja sama penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan Bank Sulselbar.
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar bersama Bank Sulselbar di Benteng Fort Rotterdam, pekan lalu.
>>> Banyak Pemimpin Gagal Hadapi Tekanan Kerja Akibat Pola Lama
Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin menilai kolaborasi ini menjadi upaya nyata mendorong pertumbuhan wirausaha baru dan memperkuat struktur ekonomi kota.
"Hari ini, dengan begitu banyak potensi UMKM yang dimiliki Kota Makassar, ini menjadi salah satu tanda bahwa kota yang maju adalah kota yang mampu melahirkan entrepreneur-entrepreneur yang siap berkembang," ujar Munafri.
Ia menambahkan, jumlah pengusaha domestik saat ini masih di bawah rata-rata negara kawasan Asia Tenggara lainnya.
Oleh karena itu, program pemberdayaan menjadi prioritas untuk menstimulasi keberanian masyarakat membangun usaha.
"Bank Sulselbar telah memberikan komitmen untuk mendukung penuh para pelaku UMKM," kata Munafri.
Bantuan finansial bersuku bunga rendah tersebut diyakini mampu mengakselerasi produktivitas pelaku ekonomi akar rumput. Setiap pertumbuhan unit usaha baru berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja lokal.
"Ketika satu UMKM berkembang, pasti ada tenaga kerja yang ikut terserap. Ini menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur ekonomi Kota Makassar," jelasnya.
>>> Polres Bogor Siapkan One Way di Jalur Puncak Besok
Kebijakan pembiayaan ini diintegrasikan dengan program penataan tata ruang yang sedang berjalan.
Pemerintah daerah kini menertibkan pedagang yang memanfaatkan fasilitas umum dan fasilitas sosial secara ilegal untuk aktivitas komersial.
"Saat ini Pemerintah Kota melakukan penataan terhadap pedagang yang berjualan di tempat-tempat fasum dan fasos seperti di atas drainase, perlu kita edukasi, dibarengi solusi KUR," ungkap Munafri.
Relokasi pedagang ke tempat resmi diklaim bukan untuk memutus sumber pendapatan warga, melainkan untuk edukasi wilayah niaga yang layak.
Melalui koordinasi dengan perbankan mitra, para pedagang terdampak tetap difasilitasi modal usaha agar usahanya berkelanjutan.
"UMKM merupakan penopang ekonomi yang sangat kuat.
Ketika terjadi krisis, sektor inilah yang justru mampu bertahan dan terus bergerak menjadi penggerak ekonomi masyarakat," sebut Munafri.
>>> Piala Dunia 2026 Diharapkan Jadi Momentum Perdamaian Global
"Karena itu perhatian pemerintah terhadap UMKM akan terus menjadi prioritas," sambungnya.