Umat Muslim di berbagai negara menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H pada Senin, 15 Juni 2026, dengan beragam tradisi yang mencerminkan nilai religius dan kebersamaan.
Setiap negara memiliki cara unik dalam memperingati momentum ini, disesuaikan dengan budaya lokal masing-masing.
>>> Spanyol Siap Hadapi Cape Verde di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Tradisi di Asia Tenggara
Di Indonesia, peringatan Tahun Baru Islam identik dengan pawai obor yang digelar masyarakat di berbagai daerah.
Di Yogyakarta dan Surakarta, 1 Muharam bertepatan dengan 1 Suro sehingga dirayakan dengan kirab pusaka dan tapa bisu.
Sementara itu, Brunei Darussalam memiliki tradisi membersihkan masjid dan tempat ibadah secara gotong royong sebelum doa bersama.
Aktivitas ini melambangkan pembersihan hati menjelang tahun baru.
Di Malaysia, peringatan Maal Hijrah diisi dengan ceramah agama, tilawah Al-Qur’an, dan pemberian penghargaan kepada tokoh dakwah.
>>> Bea Cukai Usulkan Pagu Indikatif Rp 2,81 Triliun untuk Tahun 2027
Perayaan di Timur Tengah dan Afrika
Di Mesir, tradisi keagamaan sangat kental dengan pelaksanaan zikir Sufi, pujian, tarian tradisional, dan silaturahmi keluarga.
Maroko merayakannya dengan membagikan roti khas kepada tetangga serta membuat api unggun di ruang terbuka.
Di Arab Saudi, khususnya Jeddah, masyarakat meminum segelas susu putih pada pagi hari sebagai simbol hati yang bersih.
Sementara itu, Lebanon menggelar aksi donor darah sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.
>>> Pemprov DKI Jakarta Diminta Ubah Strategi Penanganan Parkir Liar
Sebagian warga Lebanon juga mengenakan pakaian putih yang melambangkan kesucian dan ketulusan.