Astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) mengalami fenomena unik: dalam 24 jam, mereka bisa menyaksikan matahari terbit dan terbenam masing-masing sekitar 16 kali.
Hal ini terjadi karena ISS mengorbit Bumi setiap sekitar 92 menit dengan kecepatan hampir 28.000 kilometer per jam.
>>> Daftar 16 Tim Lolos Grand Final PMPL ID Fall 2026, Ada Alter Ego dan Bigetron
ISS berada di orbit rendah Bumi pada ketinggian sekitar 400 kilometer.
Dengan kecepatan sekitar 7,66 kilometer per detik, stasiun ini mampu mengelilingi Bumi sekitar 15,5 hingga 16 kali setiap hari.
Setiap kali ISS berpindah dari sisi Bumi yang gelap ke sisi yang diterangi matahari, astronaut melihat matahari terbit.
Sebaliknya, ketika ISS kembali memasuki bayangan Bumi, mereka menyaksikan matahari terbenam.
Akibatnya, pergantian siang dan malam yang di Bumi berlangsung 24 jam terjadi hanya dalam waktu sekitar satu setengah jam di orbit.
Menjaga Ritme Tidur Astronaut
Untungnya, astronaut tidak menjalani pola tidur berdasarkan 16 kali matahari terbit tersebut.
Tanpa pengaturan khusus, paparan cahaya yang terus berubah dapat mengacaukan jam biologis, mengganggu tidur, hingga menurunkan konsentrasi.
Dikutip dari Space Daily, NASA dan badan antariksa lainnya menerapkan jadwal kerja yang mengikuti Waktu Universal Terkoordinasi (UTC), bukan berdasarkan kondisi cahaya di luar jendela.
Lampu LED di dalam ISS juga diatur agar meniru perubahan cahaya alami di Bumi.
>>> Bayern Munich Incar Benjamin Sesko, MU Wajib Waspada
Pada pagi hari, lampu memancarkan cahaya kebiruan yang membantu menekan hormon melatonin sehingga astronaut tetap waspada.
Menjelang waktu tidur, pencahayaan berubah menjadi lebih hangat untuk membantu tubuh bersiap beristirahat.
Sistem pencahayaan tersebut dikembangkan berdasarkan penelitian tentang ritme sirkadian, yaitu jam biologis yang mengatur siklus tidur, hormon, suhu tubuh, hingga metabolisme.
