Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memutuskan untuk mengintegrasikan proses rekrutmen pegawai baru dari lulusan SMA ke dalam sistem Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) nasional tahun 2026.
Keputusan ini membuat pendaftaran mandiri belum dapat dibuka karena instansi masih menyelaraskan jadwal dengan Badan Kepegawaian Nasional (BKN).
>>> Dokter Yusri Binut Ungkap 3 Fondasi Sederhana untuk Hidup Sehat dan Panjang Umur
Integrasi tersebut juga berdampak pada mundurnya perkiraan jadwal pembukaan lowongan yang sebelumnya dikabarkan akan berlangsung pada Mei 2026.
Koordinasi dengan BKN
"Kita sama-sama ini (menunggu), sama-sama rekrut yang lain, jadi tidak secara terpisah (Bea Cukai saja), tetapi kita akan bersamaan dengan sistem nasional, iya gabung sama ASN," kata perwakilan DJBC di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Koordinasi aktif terus berjalan antara DJBC dan BKN agar seluruh tahapan tetap sesuai koridor hukum aparatur sipil negara.
"Karena kita nggak bisa lepas dari sistem nasional yang sudah berlaku," jelasnya.
>>> Laba Bersih Konsolidasi BTN Meroket 54 Persen Hingga Mei 2026
Meski tanggal pasti pembukaan pendaftaran belum diumumkan, DJBC memastikan kuota untuk lulusan SMA tetap tersedia guna memenuhi kebutuhan organisasi.
Sebelumnya, rencana pemenuhan pegawai dari jenjang pendidikan menengah ini telah disampaikan oleh pimpinan Kementerian Keuangan.
"Saya perlu orang di Bea Cukai yang level pekerjaannya betul-betul level teknis di lapangan.
Mungkin bulan depan dibuka ya yang 300 lulusan SMA, bulan depan," kata Purbaya dalam diskusi media di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (7/4).
>>> Komisi X DPR Setujui Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery
Formasi sebanyak 300 orang tersebut nantinya akan ditempatkan sebagai tenaga teknis yang mengawal operasional langsung di lapangan.