PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) meminta masyarakat untuk mewaspadai aksi penipuan penjualan daging ayam potong murah di media sosial.
Modus yang digunakan adalah meminta pembayaran melalui transfer atau QRIS atas nama perusahaan.
>>> Kroasia Siap Redam Harry Kane di Laga Pembuka Grup L
Imbauan ini disampaikan pada Senin (15/6/2026) setelah munculnya laporan dari para korban yang mengalami kerugian material.
Mereka bertransaksi dengan pelaku yang mengklaim menjual produk CPI Bandung.
Modus Penipuan dan Imbauan Perusahaan
Communication & Public Affair Coordinator CPI, Gun Affandy, mengimbau masyarakat agar tidak memercayai promosi di media sosial dengan sistem pembayaran QRIS atau transfer ke rekening tertentu.
"Silakan melakukan pengecekan melalui Hotline kami 021-692 0000. Apabila masyarakat mendapat atau menerima penawaran yang mengatasnamakan CPI, silakan konfirmasi ke layanan Hotline," ujar Gun Affandy.
Pihak manajemen menegaskan bahwa modus penipuan ini sudah lama terjadi dan sering disosialisasikan.
>>> Dirut Nindya Karya Tinjau Proyek Sekolah Rakyat Deli Serdang
Warga diminta tidak mudah tergiur harga murah yang mewajibkan penyetoran uang di muka melalui e-Wallet maupun akun virtual.
"Kami tegaskan bahwa selama ini kami tidak pernah menyediakan pembayaran melalui QRIS, virtual account, atau e-Wallet," tegas Gun Affandy.
Vice President Hukum dan Komunikasi Publik CPI, Yustinus B. Solakira, menyarankan para korban untuk melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.
"Kami menyarankan agar para korban bisa melaporkannya ke pihak kepolisian atas tindak penipuan yang secara nyata menyebabkan kerugian material," paparnya.
>>> Jepang Tahan Imbang Belanda 2-2 di Laga Perdana Grup F
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para korban telah mengirimkan sejumlah uang kepada pihak tidak bertanggung jawab. CPI menegaskan tidak memiliki kaitan dengan pelaku ataupun penawaran tersebut.