Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah di Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat pada periode 15 sampai 18 Juni 2026.
Meskipun wilayah bagian selatan Indonesia sudah memasuki musim kemarau, dinamika atmosfer yang masih aktif memicu pembentukan awan hujan di beberapa daerah.
>>> Netanyahu Syukuri Perang Israel-Iran, Sebut Jauhkan dari Ancaman Nuklir
Hujan ringan berpotensi membasahi sejumlah kota besar seperti Ambon, Bandung, Bengkulu, Jambi, Kendari, Manado, Manokwari, Palangka Raya, Palembang, Pangkal Pinang, dan Samarinda.
Kondisi serupa juga diprediksi terjadi di Kota Semarang, Serang, Sofifi, Tanjungpinang, dan Yogyakarta, sedangkan wilayah Mamuju dan Medan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang.
Fenomena Bediding Akibat Penurunan Curah Hujan
Prakirawan BMKG, Nurul Izzah Fitria menjelaskan bahwa penurunan curah hujan secara signifikan di bagian selatan Indonesia turut memicu fenomena bediding.
Bediding merujuk pada fenomena suhu udara yang terasa lebih dingin khususnya pada malam hingga menjelang pagi hari terutama di daerah dataran tinggi.
>>> River Plate Akhiri Kontrak Matías Viña dan Kendry Páez
Wilayah Indonesia bagian utara masih berpeluang menghadapi hujan karena Monsun Australia yang menguat berinteraksi dengan dinamika atmosfer lokal.
Potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang juga masih berpotensi terjadi dengan kategori peringatan siaga terutama di wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan.
BMKG meminta warga Kota Pontianak mewaspadai potensi hujan petir yang bisa terjadi di wilayah tersebut.
>>> Meksiko, Swiss, Skotlandia, dan AS Pimpin Klasemen Sementara Piala Dunia 2026
BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu terhidrasi dengan baik, melakukan penghematan dalam penggunaan air, dan menggunakan pelindung saat berada di luar ruangan.
