⌂ Beranda News IHSG Terkoreksi 41,72%, Data Historis Ungkap Potensi Pemulihan Pasar

IHSG Terkoreksi 41,72%, Data Historis Ungkap Potensi Pemulihan Pasar

IHSG Terkoreksi 41,72%, Data Historis Ungkap Potensi Pemulihan Pasar
Grafik menunjukkan koreksi IHSG dan indikasi potensi pemulihan pasar modal Indonesia berdasarkan data historis.
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah terkoreksi 41,72 persen dari puncaknya pada Januari 2026.

Penurunan ini menjadikannya yang terdalam ketiga dalam sejarah pasar modal Indonesia sejak tahun 2000.

>>> PDIP Tanggapi Sentilan PSI Soal Pembahasan Joko Widodo di Internal Partai

Di tengah kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian ekonomi dan hasil review MSCI yang akan diumumkan, data historis justru menunjukkan potensi pemulihan.

Setiap siklus koreksi besar yang pernah terjadi pada akhirnya diikuti oleh pemulihan, dengan IHSG kembali menembus level tertinggi sebelumnya dan mencetak rekor baru.

Delapan Siklus Koreksi dan Pola Pemulihan

PT Henan Putihrai Sekuritas dan PT Henan Putihrai Asset Management mencatat sejak tahun 2000, IHSG telah melewati delapan siklus koreksi besar.

Siklus kedelapan ini, per 15 Juni 2026, membawa IHSG turun 41,72 persen dari puncaknya.

Ketujuh siklus sebelumnya telah selesai dan berakhir dengan cara yang sama: IHSG kembali ke puncak sebelumnya, lalu membuat puncak baru.

Kajian tersebut membagi informasi pasar menjadi tiga kategori: sound (latar informasi yang bisa diabaikan), noise (fluktuasi harian yang layak diamati namun tidak jadi dasar keputusan), dan signal (perubahan fundamental yang relevan).

Empat Fase Siklus Koreksi

Setiap siklus koreksi dibagi menjadi empat fase utama: descend, trough, normalization, dan recovery.

Pola ini muncul konsisten pada tujuh krisis besar yang mempengaruhi pasar modal Indonesia sejak tahun 2000.

Tujuh peristiwa tersebut meliputi Bom Bali 2002, Global Financial Crisis 2008, Krisis Utang Eropa dan Black Monday 2011, Taper Tantrum 2013, Devaluasi Yuan China 2015, pandemi Covid-19 tahun 2020, serta gejolak akibat kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump pada 2025.

Fase descend dimulai dari puncak IHSG hingga dasar pasar, ditandai pergerakan harga yang konsisten turun. Fase ini memiliki rata-rata durasi 5,0 bulan.

Fase trough atau 'dasar pasar' adalah periode yang paling sulit ditangkap, baru bisa dikonfirmasi ketika IHSG memantul minimal 10 persen dari titik terendah.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru