⌂ Beranda News Pertamina Pastikan Pasokan Pertalite Aman Pasca Kenaikan Harga Pertamax

Pertamina Pastikan Pasokan Pertalite Aman Pasca Kenaikan Harga Pertamax

Pertamina Pastikan Pasokan Pertalite Aman Pasca Kenaikan Harga Pertamax
Ilustrasi SPBU Pertamina
A A Ukuran Teks16px

PT Pertamina Patra Niaga menjamin pasokan Pertalite tetap aman di seluruh jaringan SPBU.

Jaminan ini diberikan menyusul lonjakan harga Pertamax yang berpotensi memicu perpindahan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) secara massal oleh masyarakat.

>>> IHSG Diperkirakan Volatil pada Juni 2026 Akibat Agenda MSCI dan FTSE

Kenaikan harga Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter, menimbulkan selisih harga Rp6.250 dengan Pertalite yang masih Rp10.000 per liter.

Kondisi ini diprediksi akan menggeser sebagian pengguna BBM nonsubsidi ke bahan bakar yang lebih terjangkau.

Pakar Energi Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyakti, memperkirakan sekitar 10 persen konsumen Pertamax akan beralih menggunakan Pertalite.

Estimasi ini berdasarkan pengalaman April 2022 saat Pertamax naik 39 persen dan sekitar satu dari delapan pembeli pindah ke Pertalite.

Yayan menambahkan bahwa kuota Pertalite saat ini masih memadai untuk menampung perpindahan konsumen tersebut. Diperkirakan hanya sekitar sepertiga dari sisa kuota Pertalite yang akan terpakai.

Dampak finansial kenaikan harga Pertamax dihitung berdasarkan konsumsi bulanan. Pemilik mobil dengan konsumsi 100 liter Pertamax per bulan harus menambah biaya Rp395 ribu.

>>> Liverpool Dekati Kesepakatan Pulangkan Darwin Nunez dari Al Hilal

Sementara itu, pengendara sepeda motor dengan konsumsi 30 liter per bulan menghadapi tambahan biaya Rp119 ribu.

Analisis dampak ekonomi juga melihat klasifikasi tingkat kesejahteraan rumah tangga. Kelompok masyarakat termiskin dinilai tidak terdampak karena jarang menggunakan Pertamax.

Kelas menengah diprediksi berpindah ke Pertalite, sedangkan pengguna mobil reguler mengalami peningkatan pengeluaran.

Kelompok rumah tangga terkaya diproyeksikan menanggung beban ekonomi terbesar akibat kenaikan Pertamax. Hal ini disebabkan oleh larangan penggunaan BBM bersubsidi bagi armada perusahaan dan sektor tertentu.

Menanggapi situasi ini, Pertamina Patra Niaga memastikan kelancaran distribusi BBM penugasan pemerintah. Perusahaan menjamin operasional penyaluran pasokan di semua wilayah berjalan tanpa kendala.

>>> Ipswich Town Perpanjang Kontrak Cameron Humphreys 12 Bulan

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan energi dengan membeli BBM sesuai kebutuhan, peruntukan, dan jenis kendaraan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru