Perusahaan kecerdasan buatan GigaAI tengah menguji coba robot humanoid SeeLight S1 untuk membantu pekerjaan rumah tangga di lingkungan domestik nyata di China.
Robot ini dirancang untuk menyelesaikan berbagai tugas sehari-hari melalui instruksi bahasa alami, seperti mengambil makanan, menggunakan microwave, merapikan meja makan, hingga melipat pakaian.
>>> Timnas Tunisia Pecat Sabri Lamouchi Usai Satu Laga Piala Dunia 2026
Efisiensi dan Stabilitas Masih Menjadi Tantangan
Meskipun memiliki fungsi yang menjanjikan, efisiensi kerja SeeLight S1 dinilai masih belum optimal. Laporan media lokal di China menyoroti durasi kerja robot yang tergolong lambat.
Sebagai contoh, robot ini memerlukan waktu lebih dari 10 menit untuk melipat satu helai pakaian dan di atas lima menit untuk menyusun empat buah buku.
Selain kecepatan, interaksi robot dengan benda-benda di sekitarnya juga belum sepenuhnya stabil. SeeLight S1 dilaporkan masih sering menumpahkan air saat memegang gelas, menunjukkan gerakannya yang kurang cekatan.
Co-founder dan CEO SeeLight, Zu Zheng, mengungkapkan bahwa lingkungan rumah tangga merupakan medan paling menantang bagi robot humanoid.
Hal ini berbeda dengan robot konvensional yang bekerja di lingkungan statis dan terstruktur.
>>> Peringkat Jumlah Hari Libur Nasional Negara ASEAN Tahun 2026
Lingkungan domestik yang dinamis menuntut robot untuk tidak hanya bergerak, tetapi juga mengintegrasikan pemahaman lingkungan, mengenali objek, mencerna perintah, dan merumuskan tindakan secara mandiri.
Performa robot domestik sangat bergantung pada kapabilitas sistem komputasi otaknya, karena proses memahami ruang dan merencanakan tugas di rumah yang bervariasi membuat pekerjaan sederhana menjadi sangat kompleks.
Pengembangan Generasi Baru
SeeLight S1 merupakan pionir robot humanoid multifungsi yang diuji langsung di perumahan China sejak Mei 2026.
GigaAI telah mendistribusikan 100 unit pertama untuk mematangkan sistem melalui pengumpulan data performa.
GigaAI kini tengah mempersiapkan suksesornya, SeeLight S2, yang dijadwalkan meluncur pada kuartal ketiga tahun ini.
>>> Satgas PRR Pacu Pemulihan Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatra
Generasi baru ini diklaim memiliki desain lebih ringkas, baterai lebih awet, jangkauan lengan lebih luas, serta integrasi algoritma yang jauh lebih responsif.