Mantan pelatih legendaris AC Milan, Fabio Capello, meragukan keputusan manajemen klub untuk menunjuk Ruben Amorim sebagai pelatih kepala baru.
Keraguan ini muncul akibat rekam jejak buruk sang pelatih di Liga Inggris bersama Manchester United.
>>> Ancol Dipadati Pengunjung Rayakan Tahun Baru Islam dan HUT Jakarta
Laporan menyebutkan bahwa AC Milan akan segera memperkenalkan pelatih asal Portugal itu dengan kontrak dua tahun, plus opsi perpanjangan satu musim.
Ruben Amorim sebelumnya menangani Manchester United sejak November 2024 menggantikan Erik ten Hag.
Namun, ia didepak pada Januari 2026 setelah dinilai gagal memberikan konsistensi, meninggalkan tim di peringkat enam klasemen.
"Milan bersama Amorim?
Itu adalah lompatan ke dalam ketidakpastian bagi kedua pihak, baik untuk dirinya maupun untuk Rossoneri," ujar Capello, dilansir Calciomercato dari La Gazzetta dello Sport.
Capello menilai banyaknya nama pelatih lain yang sempat dikaitkan dengan Milan sebelum memilih Amorim menunjukkan adanya kebingungan dalam manajemen.
"Iya mendengar begitu banyak nama, semuanya berbeda satu sama lain. Kebangsaan, gaya bermain, gagasan.
Menurut saya itu adalah gambaran dari kebingungan yang menyelimuti Milan," tuturnya.
Penilaian negatif ini diperkuat oleh performa buruk Amorim di Manchester United, yang akhirnya digantikan Michael Carrick dan membawa tim finis ketiga di musim 2025-2026.
"Amorim yang saya lihat di Lisbon meyakinkan saya, tentu saja kita juga harus mempertimbangkan bencana yang terjadi di Manchester.
Saya tidak tahu, semuanya tampak sedikit dibiarkan berjalan begitu saja,” nilai Capello.
Tanggung Jawab Besar Manajemen
Capello mengingatkan manajemen AC Milan memiliki tanggung jawab besar untuk menjelaskan reputasi klub kepada calon pelatih baru.
"Mereka harus menjelaskan kepadanya bahwa Milan adalah klub dengan sejarah yang harus dihormati dan dijaga. Dan bahwa hasil yang sesuai dengan level klub harus diraih," tegasnya.
Tantangan terbesar bagi pelatih baru adalah adaptasi cepat di ruang ganti pemain, yang menjadi kelemahan di Premier League.
"Di United dia tidak berhasil masuk ke dalam pikiran para pemain, di Milan dia harus mampu melakukannya.
