⌂ Beranda News Harga Memori Meroket, Biaya Produksi Smartphone Ikut Naik

Harga Memori Meroket, Biaya Produksi Smartphone Ikut Naik

Harga Memori Meroket, Biaya Produksi Smartphone Ikut Naik
Ilustrasi komponen memori smartphone dengan grafik harga naik
A A Ukuran Teks16px

Biaya komponen memori kini menjadi unsur termahal dalam manufaktur ponsel cerdas. Lonjakan harga RAM dan ruang penyimpanan terjadi sangat cepat dalam beberapa bulan terakhir.

Pendiri sekaligus CEO Nothing, Carl Pei, mengungkapkan bahwa pengeluaran untuk sektor penyimpanan kini melampaui harga chipset.

>>> Cape Verde Cetak Sejarah, Tahan Imbang Spanyol di Piala Dunia 2026

Hal ini dipicu oleh tingginya permintaan chip memori di industri kecerdasan buatan (AI).

Tingginya permintaan AI membuat pasokan chip memori terbatas. Akibatnya, produsen gawai harus membayar lebih tinggi untuk mengamankan kuota dari penyuplai.

"Kini RAM dan storage dapat membentuk lebih dari 50 persen biaya material sebuah smartphone," tulis Pei.

>>> Ipswich Town Pertahankan Elkan Baggott, Bolton Wanderers Tertarik

Kenaikan harga ini berdampak langsung pada nilai jual produk di pasar.

Banyak ponsel yang dirilis sejak Februari 2026 mengalami lonjakan harga sekitar 100 dollar AS atau Rp 1,8 juta dibanding generasi sebelumnya.

Ledakan kebutuhan AI memicu kenaikan tajam pada harga DRAM sepanjang tahun 2026. Hal ini berimplikasi pada pembengkakan biaya produksi gawai sebesar 10 hingga 30 persen.

>>> KADIN Dukung Obligasi Global Danantara US$ 1,5 Miliar, Bukti Ekonomi Kuat

Nothing menjadi salah satu vendor yang telah menerapkan penyesuaian harga jual. Tren kenaikan ini diperkirakan terus berlanjut jika biaya pengadaan komponen memori tidak stabil.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru