Psikolog klinis Daniar Dhara Fainsya dan psikiater dr. Rayhan Maditra Indrayanto menyoroti krusialnya membangun batasan sehat atau 'healthy boundaries' dalam interaksi sosial.
Langkah ini esensial untuk melindungi diri dari stres yang dapat memicu penuaan dini.
>>> Lionel Messi Dipastikan Starter Lawan Aljazair di Piala Dunia 2026
Dalam sebuah talkshow, kedua pakar tersebut menjelaskan bagaimana tekanan sosial dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang.
Membangun batasan yang jelas menjadi kunci agar interaksi dengan orang lain tidak menimbulkan stres.
Tantangan Membangun Batasan
Daniar Dhara Fainsya mengungkapkan bahwa membangun batasan yang tegas seringkali menjadi tantangan, terutama dalam hubungan keluarga inti yang bersifat permanen dan berpotensi menguras emosi.
Berbeda dengan hubungan pertemanan atau romantis, relasi keluarga terkadang menyulitkan individu untuk menentukan standar sikap mereka sendiri tanpa kompromi.
>>> Tiga Kebo Bule Ikut Kirab Malam 1 Suro Keraton Solo, Dua Lainnya Dilarang
Sementara itu, dr. Rayhan Maditra Indrayanto menjelaskan bahwa kesehatan mental mencakup keseimbangan empat pilar: biologis, psikologis, sosial, dan spiritual.
Ia menambahkan, sistem pendukung yang saling memercayai dalam aspek sosial dapat merangsang pelepasan hormon oksitosin. Hormon ini berperan penting dalam meregulasi respons tubuh terhadap ancaman.
Oksitosin terbukti berkorelasi dengan regulasi sistem 'fight or flight', membantu meredam ketegangan saraf sebelum berdampak pada penyusutan usia biologis.
Individu perlu mengenali alarm bahaya berupa perubahan fisik saat tekanan datang. Reaksi seperti napas sesak, denyut nadi cepat, atau kepala pening menjadi sinyal untuk segera mundur sejenak.
>>> Kominfo Pulihkan Jaringan Telekomunikasi Pascagempa 6,7 di Palu
Langkah cepat ini penting untuk mengamankan emosional sebelum mengambil tindakan yang berpotensi menimbulkan penyesalan atau dampak permanen.