⌂ Beranda News IHSG Melonjak 17 Persen dalam Sepekan Meski Asing Terus Jual Saham

IHSG Melonjak 17 Persen dalam Sepekan Meski Asing Terus Jual Saham

IHSG Melonjak 17 Persen dalam Sepekan Meski Asing Terus Jual Saham
Grafik IHSG melesat 7,52 persen ke level 5.746 pada 9 Juni 2026
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan sebesar 17,09% dalam sepekan terakhir.

Pada penutupan perdagangan Senin (15/6/2026), indeks saham domestik ini bertengger di level 6.254,96.

>>> Gibran: Indonesia Harus Jadi Pemain dan Penguasa Teknologi AI

Lonjakan ini terjadi setelah IHSG sempat menyentuh titik terendah di level 5.342,13 pada Senin (8/6/2026).

Namun, di balik kenaikan tajam tersebut, investor asing masih melakukan aksi jual bersih.

Berdasarkan data RTI Business, nilai penjualan bersih investor asing pada perdagangan kemarin mencapai Rp105,86 miliar.

Sepanjang tahun 2026, akumulasi net foreign sell di pasar modal Indonesia sudah menembus angka Rp67,34 triliun.

Analis: Rebound Belum Jaminan Masuknya Dana Asing

Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menilai lonjakan IHSG belum menjadi jaminan kembalinya kepercayaan investor internasional.

"Rebound signifikan IHSG tidak serta-merta berarti kembalinya dana asing ke dalam negeri," ujarnya.

Valdy menambahkan, pelaku pasar masih menanti hasil tinjauan dari MSCI dan FTSE yang dijadwalkan pada 19 Juni 2026.

Pengumuman tersebut diperkirakan akan memengaruhi pergerakan IHSG pekan depan.

>>> New York Knicks Juara NBA 2026 Usai Kalahkan San Antonio Spurs

Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyebut saham-saham yang sempat tertekan kini memiliki valuasi menarik.

Saham emiten Grup Bakrie dan Salim melesat 24,53% ke Rp660, PT Chandra Asia Pacific Tbk (TPIA) naik 13,51% ke Rp2.100, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melonjak 13,37% ke Rp390, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 9,82% ke Rp3.130.

Nafan menilai fenomena ini menjadi indikasi awal pulihnya optimisme investor global. Aliran dana asing masuk mulai terdeteksi meski nilainya belum besar.

"Apabila stabilitas rupiah dan ekonomi domestik terjaga, potensi foreign inflow berkelanjutan semakin terbuka," pungkasnya.

Potensi Aksi Ambil Untung di Tengah Rebound

Direktur Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, mengingatkan potensi aksi ambil untung (profit taking) setelah kenaikan signifikan. "IHSG sudah oversold saat menyentuh 5.400-an dan kini dalam fase rebound.

Namun, sangat mungkin terjadi profit taking bila katalis negatif datang," ujarnya.

Faktor penekan bisa berasal dari memanasnya ketegangan AS-Iran atau hasil pertemuan FOMC pekan ini.

>>> Nico Paz Pilih Bertahan di Como Demi Menit Bermain Jelang Piala Dunia 2026

Saat ini, sentimen damai antara AS dan Iran menopang laju positif IHSG, termasuk optimisme pembukaan Selat Hormuz dan penurunan harga minyak yang meringankan beban subsidi energi Indonesia.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru