Efisiensi administrasi tersebut mencakup penyusunan bank soal hingga penyajian materi ajar yang lebih kontekstual bagi murid.
Hal ini diharapkan memberikan ruang lebih bagi guru untuk berfokus pada pendidikan karakter.
"AI bisa membantu sisi administratif guru baik dalam membuat pertanyaan, menyajikan penjelasan yang lebih sederhana dan diminati murid, serta memberikan contoh kasus yang membuat murid lebih bisa menyerap materi pembelajaran.
Sehingga Bapak-Ibu punya lebih banyak waktu untuk menyentuh sisi humanis dan karakter murid-murid kita," kata Gibran.
Perhatian juga diarahkan kepada para orang tua agar senantiasa mendampingi aktivitas digital anak demi mencegah penyalahgunaan teknologi. Gibran menegaskan penguasaan aspek teknis wajib berjalan selaras dengan kepatuhan etika.
"Teknologi tanpa etika itu berbahaya.
AI bisa digunakan untuk membuat konten positif, tapi juga bisa dipakai untuk menyebar hoax, melakukan plagiarisme, atau melanggar privasi orang lain," kata Gibran.
Wapres menyerukan pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab demi kemaslahatan publik yang lebih luas.
"Jangan gunakan AI untuk menipu. Jangan gunakan AI untuk menjatuhkan orang lain.
>>> IHSG Melonjak 17 Persen dalam Sepekan Meski Asing Terus Jual Saham
AI harus digunakan untuk kesejahteraan bersama, untuk mempermudah hidup, bukan untuk menciptakan kekacauan sosial," pungkas Gibran.