Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengevaluasi jumlah target sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rencana ini mencakup potensi pemangkasan kepesertaan murid Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas atas untuk efisiensi anggaran negara.
>>> Kemenhub Temukan Jutaan Pelanggaran Bus AKAP via Aplikasi TOS
Langkah penataan ulang ini diperkirakan dapat mengurangi sekitar 8 juta penerima manfaat dari target awal.
BGN berkoordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, dan Bappenas untuk mematangkan kebijakan tersebut.
Fokus pada Efisiensi Anggaran
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menyatakan bahwa siswa SMA, terutama dari kalangan mampu, mungkin tidak lagi menjadi penerima program MBG.
Hal ini mengingat siswa dari sekolah "high class" seringkali memiliki uang saku harian yang signifikan.
>>> Partai Kecoak India Gelar Demo Tuntut Menteri Pendidikan Mundur
Pihak BGN memastikan bahwa pemangkasan alokasi bagi kelompok siswa tersebut tidak akan mengorbankan kualitas pemenuhan nutrisi bagi masyarakat yang lebih membutuhkan.
Simulasi sementara menunjukkan potensi pengurangan sekitar 8 juta penerima manfaat.
"Refocusing ini diperlukan agar bantuan pemerintah lebih tepat sasaran, sehingga tujuan peningkatan gizi tetap tercapai dengan penggunaan anggaran yang lebih efisien," jelas Agustina.
Proses kalkulasi ulang ini juga berimplikasi pada pagu indikatif BGN tahun 2027 yang semula dipatok Rp 270,2 triliun untuk 81,5 juta penerima manfaat.
>>> Wamendagri Bima Arya Ajak Mahasiswa Bangun Mental Aktivis dan Kompetensi Global
Angka final pemangkasan dan anggaran masih terus dibahas secara lintas sektoral.
