⌂ Beranda News Pasokan Batu Bara Global Tertekan Kecelakaan China dan Regulasi Indonesia

Pasokan Batu Bara Global Tertekan Kecelakaan China dan Regulasi Indonesia

Pasokan Batu Bara Global Tertekan Kecelakaan China dan Regulasi Indonesia
Ilustrasi pasokan batu bara global
A A Ukuran Teks16px

Direktur Eksekutif McCloskey Scott Dendy mencatat produksi batu bara termal Indonesia pada empat bulan pertama tahun ini merosot 7 persen secara tahunan.

Ia memperkirakan ekspor batu bara Indonesia berpotensi anjlok sekitar 11 persen menjadi 446 juta ton pada tahun ini jika tren penurunan produksi terus berlanjut.

Defisit pasokan ini terjadi saat kebutuhan batu bara di kawasan Asia Tenggara justru meningkat pesat.

Direktur I-Energy Resources Vasudev Pamnani menyebutkan cuaca panas ekstrem telah mendongkrak konsumsi batu bara di Vietnam dan Filipina.

Sementara itu, ketatnya pasokan gas di Thailand ikut mendorong lonjakan impor batu bara.

Konsultan energi Rystad Energy memperkirakan dampak konflik Iran saja mampu menaikkan konsumsi batu bara di wilayah Asia-Pasifik hingga 70 juta ton pada 2026.

Walaupun pasokan LNG diprediksi membaik setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati pembukaan Selat Hormuz, pemulihan distribusi secara menyeluruh tetap membutuhkan waktu lama.

Sejumlah pelaku industri menilai normalisasi logistik LNG memerlukan waktu beberapa minggu, sedangkan pengembalian kapasitas produksi ke level sebelum perang membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Sebaliknya, ketersediaan batu bara global diproyeksikan terus menurun dalam beberapa waktu ke depan.

Business Development Manager Argus Bryan Lim memperkirakan pasokan batu bara dunia akan menyusut sekitar 5,7 persen menjadi 985 juta ton pada 2026.

>>> Elza Syarief Mundur dari Kasus Korupsi Badan Gizi Nasional

Menurut analisisnya, ancaman fenomena El Nino yang akan datang berisiko meningkatkan beban listrik global dan memicu permintaan batu bara yang jauh lebih tinggi.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru