PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) sebesar 1,032 juta barel setara minyak per hari (BOEPD) sepanjang tahun 2025.
Capaian ini menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional.
>>> Argentina Ungguli Aljazair 1-0 Berkat Gol Lionel Messi di Babak Pertama
Realisasi produksi tersebut terdiri dari minyak sebanyak 556.000 barel per hari (MBOPD) dan gas bumi mencapai 2.757 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).
Selain itu, PHE berhasil membukukan laba bersih sebesar 2,175 miliar dolar AS pada periode yang sama.
Keberhasilan operasional ini didukung oleh seluruh entitas afiliasi perusahaan, mulai dari Regional 1 hingga 5, Elnusa, Badak LNG, hingga Pertamina Drilling Service Indonesia.
Kinerja PHE juga diperkuat melalui penyelesaian pemboran eksploitasi 887 sumur, workover 1.288 sumur, dan well service di 37.266 sumur.
Eksplorasi dan Penambahan Cadangan
Di bidang eksplorasi, PHE melakukan pemboran 20 sumur eksplorasi, survei seismik 2D sepanjang 2.931 kilometer, serta seismik 3D seluas 855 kilometer persegi.
>>> Jadwal MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno pada 19-21 Juni
Langkah ini menghasilkan penambahan sumber daya kontingen (2C) sebesar 1.097,43 juta MMBOE, dengan kontribusi utama dari temuan Migas Non-Konvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan sebanyak 724,22 juta MMBO.
Perusahaan juga menambah cadangan terbukti (P1) sebesar 314 MMBOE melalui aktivitas merger dan akuisisi, termasuk proyek MLN Phase 5 di Blok 405a Aljazair.
Direktur Utama PHE Hermansyah menyatakan bahwa pencapaian produksi lebih dari 1 juta BOEPD dan penemuan sumber daya baru lebih dari 1 miliar BOE menunjukkan komitmen PHE dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Hermansyah menambahkan, sinergi bersama pekerja, mitra, pemerintah, dan pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam kelancaran operasional.
>>> Pendiri Startup Kembangkan Game Tiruan GTA 6 Pakai AI Claude
Ke depan, PHE akan fokus pada peningkatan kinerja operasional, penerapan teknologi dan inovasi, serta pengembangan sumber daya dan cadangan secara berkelanjutan guna mendukung target produksi nasional.