⌂ Beranda News AS dan Iran Sepakati Nota Kesepahaman Perdamaian Awal

AS dan Iran Sepakati Nota Kesepahaman Perdamaian Awal

AS dan Iran Sepakati Nota Kesepahaman Perdamaian Awal
Bendera Iran dan Amerika Serikat
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati nota kesepahaman (MoU) perdamaian awal. Kesepakatan ini bertujuan menghentikan pertempuran di semua lini secara permanen.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pertama kali mengumumkan kesepakatan tersebut pada Senin (15/6). Namun, naskah lengkap dokumen belum dipublikasikan karena masih menunggu pengaturan teknis terkait pengawasan nuklir.

>>> Kelangkaan Solar di Sumatera: Alarm Sistem Logistik yang Rentan

Wakil Presiden Amerika Serikat Vance menjelaskan bahwa inti perjanjian ini adalah kewajiban pengawas nuklir untuk kembali ke Iran.

Jadwal inspeksi kemungkinan akan dirumuskan pada hari Jumat.

"Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan Amerika Serikat akan membantu Iran menghancurkan persediaan uranium yang sangat diperkaya," kata Vance.

Ia menambahkan bahwa kesepakatan luas telah tercapai mengenai masalah teknis ini.

Di sisi lain, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan negosiasi untuk perjanjian akhir baru akan dilakukan setelah AS memenuhi kewajibannya dalam kesepakatan awal.

>>> Kylian Mbappe Cetak Dua Gol dan Pecahkan Rekor Bersama Timnas Perancis

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran memandang Washington dan Tel Aviv berada dalam satu kubu.

"Menurut pandangan kami, kedua pihak dalam memorandum ini adalah AS dan Israel di satu sisi, serta Iran dan Hizbullah di sisi lain," kata Araghchi.

Ia memperingatkan bahwa setiap tindakan militer atau pendudukan lanjutan oleh Israel di Lebanon akan dianggap sebagai pelanggaran perjanjian sementara.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengkritik operasi militer Israel di Lebanon yang dinilai telah mengorbankan banyak warga sipil.

"Anda tidak perlu merobohkan gedung apartemen setiap kali mencari seseorang," ujar Trump.

>>> Trans Luxury Hotel Surabaya Promo Menginap Mulai Rp999 Ribu

Trump menilai pertempuran Israel melawan Hizbullah sudah berlangsung terlalu lama. Ia menyarankan agar penyelesaian masalah tersebut diserahkan kepada pihak regional lainnya, seperti Suriah.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru