Meskipun terjadi dugaan gangguan keamanan siber, operasional sistem SPMB dipastikan tidak terganggu dan tetap melayani pendaftaran masyarakat.
"Saat ini SPMB tetap beroperasi. Memang kemarin setelah diduga diretas langsung kita lakukan mitigasi dan melihat apa yang terjadi," ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan sistem, tercatat ada 14 kali upaya ilegal untuk menembus proteksi aplikasi penerimaan murid baru tersebut.
Masyarakat, terutama para orang tua calon siswa, diimbau tetap tenang dalam melanjutkan proses pendaftaran sekolah anak mereka.
"Kami berharap orang tua siswa tidak gamang dan khawatir berlebihan. Teruskan pendaftaran anak-anaknya sembari kita menyelesaikan permasalahan ini," ujarnya.
Investigasi gabungan ini juga melibatkan Kementerian Komunikasi dan Digital guna merekonstruksi celah pada sistem pihak ketiga yang digunakan.
Proses mitigasi lanjutan bersama BSSN dan Komdigi dijadwalkan mulai berjalan pada Rabu mendatang.
>>> Thomas Tuchel Pilih Trevoh Chalobah Masuk Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026
"Hari Rabu kami mulai tahapan mitigasi lebih lanjut bersama BSSN dan Komdigi. Nanti hasilnya akan kami sampaikan secara transparan kepada masyarakat," ujar Rudy.