⌂ Beranda News Pemerintah India Blokir Telegram Selama Sepekan Cegah Kecurangan Ujian

Pemerintah India Blokir Telegram Selama Sepekan Cegah Kecurangan Ujian

Pemerintah India Blokir Telegram Selama Sepekan Cegah Kecurangan Ujian
Ilustrasi pemblokiran Telegram di India
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah India memblokir sementara aplikasi pesan Telegram sejak Selasa, 16 Juni 2026, untuk mencegah sindikat kecurangan menipu para peserta ujian ulang masuk kedokteran nasional atau NEET UG 2026 yang dijadwalkan pada 21 Juni 2026.

Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India menerapkan pembatasan akses selama tujuh hari hingga Senin, 22 Juni 2026, serta menonaktifkan fitur edit pesan bagi pengguna di India sampai 30 Juni 2026.

>>> Argentina Tekuk Aljazair pada Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Langkah ini diambil menyusul rekomendasi dari National Testing Agency (NTA) setelah bulan lalu pemerintah membatalkan hasil ujian 2,3 juta siswa akibat kebocoran soal yang memicu protes massal di berbagai wilayah India.

Pemblokiran dilakukan berdasarkan ketentuan Pasal 69A Undang-Undang IT India demi menjaga kedaulatan serta integritas negara setelah upaya penghapusan konten ilegal sebelumnya di platform tersebut dinilai tidak berhasil.

Kritik dari Aktivis dan Pendiri Telegram

Kebijakan tersebut memicu kritik tajam dari pendiri Telegram, Pavel Durov, yang menilai langkah pemerintah salah sasaran dan tidak menyelesaikan akar masalah kebocoran sistemik yang terjadi di internal penyelenggara ujian.

Internet Freedom Foundation menyebut pemblokiran Telegram sebagai solusi tambal sulam dan tanggapan yang tidak proporsional terhadap kecurangan ujian.

>>> Austria Hadapi Yordania di Laga Pembuka Grup J Piala Dunia 2026

Kelompok aktivis hak digital tersebut menambahkan bahwa tindakan sepihak ini justru merugikan masyarakat luas secara tidak proporsional dengan menghukum pengguna biasa alih-alih mengatasi sumber sistemik kebocoran ujian.

Pavel Durov menegaskan bahwa keputusan tersebut telah menghukum lebih dari 150 juta pengguna biasa di India tanpa menghentikan penyebaran materi ilegal, karena kebocoran hanya berpindah ke aplikasi lain.

Selain menuai kritik dari sisi kebebasan berpendapat, keputusan pemblokiran ini langsung berdampak pada pasar keuangan digital dengan anjloknya nilai aset kripto yang terikat pada ekosistem aplikasi tersebut.

Pemerintah India menyatakan penyesalannya atas ketidaknyamanan ini dan menegaskan bahwa pemblokiran massal tersebut merupakan pilihan terakhir yang terpaksa diambil.

>>> La Coqueta Beri Janji Sensasional kepada Enzo Fernandez Jelang Piala Dunia

Hingga saat ini, perusahaan teknologi global Alphabet's Google dan Apple dilaporkan bersiap mematuhi perintah pemerintah untuk menghapus sementara aplikasi Telegram dari toko aplikasi mereka di wilayah India.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru