Kepindahannya ke Al Ahly, rival abadi Zamalek, sempat kontroversial. Namun, ia justru bersinar dengan menjuarai Liga Champions Afrika 2024.
Ashour juga menjadi pencetak gol terbanyak Liga Mesir musim 2024-2025. Performa impresif itu memperkokoh posisinya di tim nasional.
Menjadi Solusi Kreativitas Tim Nasional Mesir
Kehadiran Ashour menjawab minimnya pengatur serangan tradisional Mesir sejak era Rui Vitoria. Ia menjadi bagian krusial saat Piala Afrika 2023.
Namun, petualangannya di turnamen itu terhenti akibat cedera gegar otak saat latihan. Ia melewatkan laga babak 16 besar melawan Republik Demokratik Kongo.
Di bawah pelatih Hossam Hassan, peran Ashour semakin dinamis. Ia sempat menjadi wing-back pada Piala Afrika 2025 sebelum kembali sebagai gelandang serang.
Meski tampil gemilang, Ashour kecewa dengan hasil imbang. Timnya menargetkan poin penuh di laga perdana Piala Dunia.
“Kami sebenarnya bertekad meraih kemenangan dengan mencetak satu gol lagi. Kami kecewa dengan hasil imbang ini karena kami ingin menang,” ujar Ashour dikutip dari Reuters.
>>> Austria vs Yordania: Laga Pembuka Grup J Piala Dunia 2026 di Santa Clara
Aksi menawan Ashour di Seattle kini menempatkan namanya dalam pusat perbincangan global. Gelandang Al Ahly ini membuktikan Mesir memiliki senjata rahasia yang mematikan.