⌂ Beranda News Pemerintah Integrasikan Data Berbasis AI untuk Tekan Kebocoran Anggaran

Pemerintah Integrasikan Data Berbasis AI untuk Tekan Kebocoran Anggaran

Pemerintah Integrasikan Data Berbasis AI untuk Tekan Kebocoran Anggaran
Ilustrasi sistem perlindungan sosial digital berbasis AI
A A Ukuran Teks16px

Dewan Ekonomi Nasional (DEN) tengah mengembangkan sistem digitalisasi pemerintahan berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengintegrasikan data. Langkah ini bertujuan menekan kebocoran anggaran negara.

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan sistem baru ini akan mempersempit ruang gerak korupsi.

>>> IKM Kawal Laporan Dugaan Penghinaan Warga Sumbar oleh Abu Janda

"Kita membangun ekosistem di mana orang dibuat tidak bisa korupsi, atau sangat kurang untuk korupsi," ujarnya di Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026).

Potensi penghematan kas negara diperkirakan mencapai Rp 2.000 triliun saat sistem terintegrasi berjalan penuh.

Luhut menyebut angka tersebut mencakup kebocoran dan pengelolaan komoditas mineral kritis yang kini mulai terintegrasi.

>>> Insta360 Luna Ultra Resmi di Indonesia, Kamera Gimbal 8K Leica

Uji Coba dan Perluasan Sistem

Uji coba digitalisasi telah berjalan pada komoditas nikel dan batu bara melalui Sistem Informasi Mineral dan Batu Bara Antar Kementerian/Lembaga (SIMBARA).

Pemerintah berencana memperluas sistem ke sektor komoditas lainnya.

Pengembangan berikutnya menyasar sektor perlindungan sosial (perlinsos) berbasis AI yang dijadwalkan meluncur sekitar Oktober hingga November 2026.

>>> Argentina Bungkam Aljazair 3-0 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Langkah ini diproyeksikan menghemat anggaran belanja Rp 170 triliun hingga Rp 260 triliun melalui peningkatan ketepatan sasaran data penerima bantuan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru