⌂ Beranda News AS dan Iran Sepakati Pembukaan Selat Hormuz Tanpa Biaya

AS dan Iran Sepakati Pembukaan Selat Hormuz Tanpa Biaya

AS dan Iran Sepakati Pembukaan Selat Hormuz Tanpa Biaya
Selat Hormuz jalur pelayaran minyak
A A Ukuran Teks16px

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Iran pada Minggu (14/06) untuk membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz tanpa biaya.

Kesepakatan ini sekaligus mengakhiri konflik bersenjata kedua negara yang telah berlangsung selama lebih dari tiga bulan.

>>> Waskita Karya Revitalisasi Kawasan Suci Besakih Rp 201 Miliar

Nota kesepahaman antara Washington dan Teheran dijadwalkan akan ditandatangani di Jenewa, Swiss, pada pekan ini. "Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian," kata Trump saat mengumumkan kesepakatan tersebut.

Trump menegaskan pembebasan biaya lintas bagi kapal-kapal internasional yang melewati jalur strategis itu. "Biarkan minyak mengalir!"

tambahnya.

Negosiasi Teknis dan Kedaulatan Bersama

Meskipun Trump menyatakan selat akan dibuka penuh setelah penandatanganan, laporan internal media pemerintah Iran, Fars, menyebutkan kedaulatan bersama atas Selat Hormuz antara Iran dan Oman sempat dibahas di menit terakhir.

Termasuk klaim pembayaran biaya oleh AS.

Wakil Presiden AS JD Vance memberikan klarifikasi bahwa Washington mengharapkan selat tersebut bebas pungutan jangka panjang.

"Hal itu akan dibahas lebih lanjut dalam negosiasi teknis," ujarnya kepada CNBC pada Senin (15/06).

Konflik ini menyoroti keterbatasan militer AS dalam mengamankan jalur perdagangan global.

Kemampuan perang asimetris Iran menggunakan drone dan ranjau mampu melumpuhkan stabilitas kawasan, meskipun Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) mencatat Iran kehilangan sebagian besar angkatan laut konvensionalnya dalam 10 hari.

"Perang Iran menunjukkan keunggulan militer AS yang luar biasa, tetapi juga ketidakmampuannya mengubah keunggulan itu menjadi kemenangan strategis," kata Rebecca Lissner, peneliti senior kebijakan luar negeri AS di Dewan Hubungan Luar Negeri.

Lissner menilai kegagalan penentuan syarat penuh oleh AS merugikan posisinya sebagai penjamin keamanan navigasi internasional di mata sekutu regional.

"Ini menjadi pukulan bagi citra Amerika sebagai negara adidaya global dan melemahkan posisinya sebagai penjamin kebebasan navigasi.

Perang ini justru meninggalkan AS dalam posisi lebih lemah dibanding saat konflik dimulai," ujarnya.

>>> Lionel Messi Cetak Hattrick dan Ukir Rekor Baru saat Argentina Kalahkan Aljazair

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru