⌂ Beranda News Waskita Karya Revitalisasi Kawasan Suci Besakih Rp 201 Miliar

Waskita Karya Revitalisasi Kawasan Suci Besakih Rp 201 Miliar

Waskita Karya Revitalisasi Kawasan Suci Besakih Rp 201 Miliar
Kawasan Suci Besakih setelah revitalisasi oleh Waskita Karya
A A Ukuran Teks16px

PT Waskita Karya (Persero) Tbk menyelesaikan revitalisasi Kawasan Suci Besakih pada 2021 dengan nilai kontrak Rp 201 miliar.

Proyek ini bertujuan mendukung kenyamanan ibadah sekaligus menjaga kelestarian identitas budaya Bali.

>>> Lionel Messi Cetak Hattrick dan Ukir Rekor Baru saat Argentina Kalahkan Aljazair

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur memiliki makna lebih dari sekadar fisik.

Menurutnya, proyek ini juga menjaga ruang hidup bagi nilai-nilai budaya, spiritualitas, dan kebersamaan masyarakat.

Revitalisasi mencakup penataan berbagai fasilitas strategis, seperti Pelataran Manik Mas, gedung parkir sepeda motor, Wiyata Mandala, area Bencingah, pedestrian, dan taman kawasan.

Selain itu, Waskita juga membangun fasilitas sosial seperti kantor desa, Bumdes, dan Wantilan.

Menjaga Autentisitas Bangunan Bersejarah

Waskita berupaya menjaga autentisitas bangunan yang dipercaya telah berdiri sejak abad ke-8. Pengembangan dilakukan agar tetap selaras dengan sejarah dan karakter arsitektur Bali yang sarat filosofi.

>>> Bali Jagadhita VII 2026: Potensi Transaksi Rp30 Miliar dan Pesan Nilai Tambah Daerah

Pendekatan dilakukan melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan demi menjaga kesakralan kawasan. Ermy menambahkan bahwa Besakih bukan hanya destinasi religius, tetapi juga aset budaya Indonesia dengan daya tarik global.

Keberadaan kawasan ini mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM lokal, dan aktivitas sosial budaya. Waskita meyakini infrastruktur yang menghormati budaya lokal akan menciptakan manfaat berkelanjutan.

Proyek ini memperkuat rekam jejak Waskita dalam menghadirkan infrastruktur strategis yang kaya nilai sosial. Komitmen perseroan sebagai BUMN Konstruksi adalah berkontribusi pada pembangunan inklusif dan berkelanjutan.

Ermy menegaskan bahwa keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari kualitas bangunan, tetapi juga dari nilai sosial, budaya, dan ekonomi yang diwariskan.

>>> Pemerintah Integrasikan Data Berbasis AI untuk Tekan Kebocoran Anggaran

"Ketika budaya tetap lestari, masyarakat dapat bertumbuh, ekonomi lokal bergerak, dan harmoni dalam keberagaman semakin kuat," pungkasnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru