Pasar mobil pikap nasional mengalami penurunan signifikan pada Mei 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan wholesales hanya mencapai 9.965 unit.
Angka tersebut merosot 25 persen dibandingkan April 2026 yang menembus 13.337 unit.
>>> DPR Setujui Anggaran Kementerian ESDM Rp27,33 Triliun untuk 2027
Penurunan ini menjadi indikasi perlambatan di segmen kendaraan niaga ringan yang kerap menjadi barometer ekonomi usaha kecil dan menengah.
Persaingan Ketat di Puncak Pasar
Meski pasar melemah, persaingan antar merek tetap sengit. Suzuki Carry berhasil merebut posisi teratas dengan penjualan 3.866 unit pada Mei 2026.
Namun, performa Carry sebenarnya turun 10 persen dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 4.297 unit.
>>> Kemenpar Usulkan Tambahan Anggaran Rp 1,99 Triliun ke DPR
Sementara itu, Daihatsu Gran Max yang sempat memimpin pada April dengan 5.727 unit harus turun ke peringkat kedua setelah penjualannya anjlok 37 persen menjadi 3.565 unit.
Isuzu Traga menempati posisi ketiga dengan tren positif. Penjualan Traga naik tipis dari 1.036 unit pada April menjadi 1.062 unit pada Mei.
Model lain yang tercatat antara lain Mitsubishi L300 (629 unit), Toyota Hilux Rangga (543 unit), dan Toyota Hilux (208 unit).
>>> Bayern Munchen Sepakati Perpanjangan Kontrak Konrad Laimer
Mitsubishi Triton membukukan 100 unit, disusul DFSK Super Cab (30 unit), Wuling Formo Max (4 unit), serta Isuzu D-Max SC yang nihil penjualan.