Nilai tukar dolar Amerika Serikat melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia pada perdagangan Rabu (17/6/2026).
Pelemahan ini dipicu oleh sikap hati-hati pelaku pasar menjelang keputusan kebijakan moneter perdana Federal Reserve di bawah kepemimpinan gubernur baru Kevin Warsh.
>>> Kementerian ESDM Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Turun
Indeks dolar AS tercatat turun ke level 99,53.
Sementara itu, euro bergerak stabil di posisi 1,1611 dolar AS, poundsterling di kisaran 1,3430 dolar AS, dan dolar Selandia Baru menguat tipis ke 0,5833 dolar AS.
Optimisme terkait kesepakatan sementara antara AS dan Iran turut mendorong minat terhadap aset berisiko, menekan dolar.
Fokus Pasar Tertuju pada Proyeksi Ekonomi The Fed
Meskipun bank sentral AS diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuan, perhatian pasar tertuju pada proyeksi ekonomi terbaru dan konferensi pers perdana Kevin Warsh.
Kepala Ekonom MFS Investment Management, Erik Weisman, menilai gubernur baru kemungkinan akan menyampaikan pandangan kebijakan secara hati-hati demi membangun konsensus internal.
"Ini masih tahap awal.
>>> Polda Metro Jaya Kerahkan 4.961 Personel Amankan Demo di Jakarta
Ketua baru The Fed kemungkinan ingin memahami pandangan anggota komite terlebih dahulu sebelum memberikan sinyal kebijakan yang lebih tegas," ujar Weisman.
The Fed diperkirakan tetap mempertahankan sikap netral sembari memantau inflasi dan stabilitas ekonomi domestik.
Di Asia, yen Jepang masih tertahan di level 160,43 per dolar AS, mendekati zona intervensi pemerintah.
Hal ini terjadi meskipun Bank of Japan telah menaikkan suku bunga acuan ke level tertinggi dalam 31 tahun pada hari sebelumnya.
Analis Senior Valas Rabobank, Jane Foley, mencatat bahwa fokus pasar kini lebih mengutamakan hasil keputusan The Fed dibandingkan langkah normalisasi BOJ.
"Meskipun BOJ memberikan sinyal positif terhadap prospek ekonomi Jepang, pasar belum memperoleh gambaran jelas mengenai waktu kenaikan suku bunga berikutnya," kata Foley.
>>> Pesawat Pengebom B-52 AS Jatuh di California, Delapan Tewas
Sementara itu, dolar Australia bergerak stabil di posisi 0,7066 dolar AS setelah Reserve Bank of Australia menahan suku bunga di level 4,35 persen karena pertumbuhan ekonomi melambat, namun tetap membuka peluang pengetatan jika inflasi meningkat.