Keputusan pensiun lebih awal sering dianggap sebagai kesempatan menikmati kebebasan dari rutinitas kerja.
Namun, laporan National Bureau of Economic Research (NBER) pada 2026 menunjukkan dampak tak terduga terhadap kesehatan kognitif.
>>> Dolar AS Melemah Menjelang Rapat Perdana The Fed di Bawah Kevin Warsh
Studi tersebut mengaitkan kebijakan pensiun sebelum usia 65 tahun dengan peningkatan risiko penurunan fungsi otak.
Kondisi ini lebih signifikan pada pria berusia 51–64 tahun yang berhenti bekerja karena PHK atau perubahan ekonomi.
Penurunan fungsi kognitif dipengaruhi oleh hilangnya kebiasaan produktif. Pensiun dini memutus stimulus mental yang biasanya didapatkan setiap hari di lingkungan kerja.
Happiness coach berbasis bukti ilmiah, Christina Zech, PhD, MBA, mengatakan bahwa keluar dari pekerjaan dapat menghilangkan stimulasi mental harian, struktur, tantangan, dan interaksi sosial.
Saat bekerja, seseorang terbiasa memecahkan masalah, mengambil keputusan, berinteraksi, dan mempelajari keterampilan baru. Aktivitas tersebut berperan penting menjaga kinerja sel otak.
Penurunan kemampuan berpikir bisa berjalan lebih cepat ketika rutinitas berhenti tanpa aktivitas pengganti yang sepadan.
>>> Kementerian ESDM Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Turun
Berkurangnya Interaksi Sosial dan Rutinitas
Lingkungan kerja juga berfungsi sebagai wadah interaksi sosial melalui diskusi atau percakapan ringan. Setelah berhenti bekerja, frekuensi komunikasi menurun dan seseorang rentan merasa terisolasi.
Kondisi minim hubungan sosial telah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kognitif pada usia lanjut.
Kehilangan struktur harian seperti target kerja dan jadwal rutin juga membuat otak kekurangan tantangan.
Pengaruh Aktivitas Pascapensiun
Efek berhentinya aktivitas pekerjaan tidak selalu sama pada setiap individu.
Zech menjelaskan bahwa dua orang yang pensiun di usia sama bisa memiliki hasil berbeda: satu mengalami penurunan mental, yang lain tetap tajam secara kognitif.
Perbedaan ini bergantung pada jenis kegiatan setelah pensiun. Dampak negatif dapat diantisipasi jika individu tetap aktif melakukan kegiatan yang menantang pikiran.
>>> Polda Metro Jaya Kerahkan 4.961 Personel Amankan Demo di Jakarta
Aktivitas alternatif yang disarankan meliputi membaca buku, mengikuti kursus, berkebun, berolahraga, atau terlibat dalam organisasi sosial.