⌂ Beranda News Truk ODOL Langgar Jam Operasional di Kramatwatu, Warga Keluhkan Kecelakaan Fatal

Truk ODOL Langgar Jam Operasional di Kramatwatu, Warga Keluhkan Kecelakaan Fatal

Truk ODOL Langgar Jam Operasional di Kramatwatu, Warga Keluhkan Kecelakaan Fatal
Truk bermuatan pasir melintas di Jalan Raya Cilegon-Serang, Kramatwatu
A A Ukuran Teks16px

Aktivitas truk bermuatan pasir dan batu yang melanggar pembatasan jam operasional di Jalan Raya Cilegon-Serang, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, dikeluhkan warga setempat.

Mereka menilai pelanggaran ini memicu kerawanan kecelakaan lalu lintas yang tinggi.

>>> BUMI Sesuaikan Anggaran Dasar KBLI Jelang RUPSLB Juni 2026

Berdasarkan informasi yang dihimpun, armada tambang nonlogam atau galian C tersebut masih lalu lalang di luar ketentuan.

Seharusnya, kendaraan besar hanya diizinkan beroperasi pada pukul 22.00 WIB hingga 05.00 WIB.

Pelanggaran aturan ini dilaporkan berujung pada insiden kecelakaan fatal yang merenggut nyawa seorang pejalan kaki.

Seorang warga bernama Feri mengonfirmasi bahwa armada truk kerap melanggar waktu operasional meskipun masyarakat telah melayangkan protes hingga menggelar aksi demonstrasi.

"Pas awal-awal pembatasan dilakukan (November 2025), sempat tuh hilang. Tapi sekarang malah muncul lagi," kata Feri.

Kondisi jalan raya yang dipadati truk dinilai sangat membahayakan bagi keselamatan pejalan kaki maupun pengendara sepeda motor. "Bahaya sekali.

Buat menyeberang aja susah kalau di sini. Banyak truk.

Kita minta pemerintah tegas lah menerapkan aturan," ujar Feri.

Dua Insiden Kecelakaan dalam Sepekan

Keluhan serupa disampaikan oleh Sekretaris Desa Kramatwatu, Ade Ramdan. Ia mencatat terjadinya dua kali insiden pejalan kaki tertabrak truk dalam kurun waktu sepekan terakhir.

"Truk masih nyuri-nyuri, ya masih lewat sini, akibatnya banyak sekali terjadi kecelakaan. Gitu ya, ada yang tertabrak, ada yang terlindas, gitu.

Dan itu buat kita ngeri sebetulnya," kata Ade Ramdan.

Pihak pemerintah desa mengaku kesulitan menghadapi tingginya intensitas armada pasir dan batu yang melintas di tengah padatnya aktivitas harian warga menuju Cilegon.

>>> Empat Wakil Indonesia Melaju ke 16 Besar Makau Terbuka 2026

"Dan kita enggak tahu nih harus bagaimana lagi nih, apa perlu demo lagi seperti kemarin gitu ya, atau seperti apa nih.

Dan intensitasnya sudah mulai meningkat lagi nih akhir-akhir ini," ujar Ade Ramdan.

Aktivitas kendaraan bermuatan berlebih atau ODOL tersebut dilaporkan terus terlihat sejak pagi hingga sore hari dari wilayah Taman hingga ke kawasan CGI.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru