Ketahanan fisik menjadi tuntutan utama di kejuaraan balap motor dunia seperti Moto3 Junior World Championship.
Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Muhammad Kiandra Ramadhipa, mengakui performa kompetitifnya di Sirkuit Estoril sangat ditopang oleh kesiapan fisik yang prima.
>>> P2G Temukan Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Lebih Rendah dari Honorer
Bagi pebalap asal Sleman ini, latihan fisik menjadi fondasi utama untuk bertahan dan bertarung di barisan terdepan.
Faktor fisik memegang peranan vital karena tensi balapan yang tinggi saat duel sengit kerap membuat detak jantung melonjak drastis.
Kondisi fisik yang bugar dibutuhkan agar pebalap tidak kesulitan mempertahankan fokus dan berpikir jernih di atas motor.
"Ya tentunya itu latihan fisik itu sangat penting di Moto3," ujar Ramadhipa dalam wawancara daring, Senin (15/6/2026).
Persiapan fisik Ramadhipa sengaja digenjot lebih awal melalui program winter camp yang dimulai lebih cepat. Ia berlatih jauh lebih keras guna mematangkan kesiapannya sebelum musim kompetisi bergulir.
"Saya merasa terbantu setelah fisik yang saya lakukan selama winter kemarin, saya berlatih lebih keras dari sebelumnya tentunya," tambahnya.
Program latihan fisik Ramadhipa dipantau secara ketat di bawah arahan pelatih Joan Olivé selama ia menetap dan merantau di Spanyol.
Fasilitas latihan terpadu dari Astra Honda memungkinkannya melakoni porsi latihan berat yang mencakup berbagai aspek kebugaran setiap minggu.
>>> Pertamina: Harga Keekonomian Pertamax Tembus Rp 20.000 per Liter
"Porsi latihan ya tentunya cukup berat karena dalam satu minggu kita biasanya latihan motor dua kali atau gym juga.
Ada sepedahan juga seperti itu," ungkap pebalap bernomor motor #32 ini.
Kombinasi latihan motor, gym, dan bersepeda terbukti membuahkan hasil impresif pada kebugaran tubuhnya.
Kerja keras ini tercermin dari angka VO2 Max Ramadhipa yang menyentuh angka 67, sebuah capaian luar biasa untuk atlet seusianya.
Dampak Positif terhadap Mental dan Kepercayaan Diri
Kematangan fisik yang diperoleh dari latihan spartan tidak hanya berdampak pada daya tahan tubuh di lintasan, tetapi juga berbanding lurus dengan kekuatan mental.
Ramadhipa mengaku tidak merasa minder saat berhadapan dengan pebalap muda tangguh dari Eropa.
"Latihan itu juga meningkatkan kepercayaan diri. Latihan maksimal dan saat latihan harus improvisasi.
Itu yang membuat saya percaya diri setiap race," tegas Ramadhipa.
>>> HUT Jakarta ke-499: Gratis Masuk Ragunan dan Tarif Transjakarta Rp 1
Dukungan fasilitas yang memadai dan latihan optimal membuatnya merasa sangat siap untuk terus bersaing memperebutkan poin di setiap seri balapan.