Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Nabilah Aboe Bakar, mempertanyakan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dinilai minim menambah lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU).
Hal ini disampaikan dalam rapat kerja bersama jajaran eksekutif di Gedung DPRD DKI Jakarta pada Rabu (17/6/2026).
>>> Polri Ajukan Tambahan Anggaran Rp 66,1 Triliun untuk Tahun 2027
Kritik tersebut didasarkan pada laporan penyerapan anggaran Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta yang tidak seimbang.
Anggaran dinas terpantau lebih banyak mengalir untuk mempercantik ruang terbuka hijau ketimbang memperluas area pemakaman warga.
Nabilah menilai ketimpangan prioritas ini berisiko menyulitkan masyarakat yang sedang berduka akibat keterbatasan daya tampung TPU di ibu kota.
Persoalan kelangkaan lahan kuburan ini diakui telah berulang kali disuarakan sejak awal masa jabatannya sebagai wakil rakyat.
"Dari tadi saya melihat pembangunan di Dinas Pertamanan luar biasa, dan sungguh nyata terlihat bahwasanya ada pembangunan-pembangunan taman yang indah-indah," kata Nabilah.
Ia memuji keindahan taman-taman baru yang membuat wajah kota semakin menarik, namun meminta agar penyediaan fasilitas pemakaman tidak dikesampingkan.
"Tapi untuk makam, kenapa seperti dianak-tirikan? Padahal masyarakat DKI Jakarta butuh tempat untuk rilis stres, untuk healing.
Tapi ketika masyarakat DKI Jakarta meninggal dunia, itu menjadi masalah baru karena kita semua kehabisan tempat untuk pemakaman," ujarnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta didesak untuk memberikan perhatian serius pada ketersediaan lahan TPU, terutama saat kota ini bersiap menyongsong usia ke-500 tahun dan menuju status kota global.
>>> AI Prediksi Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Prancis, Siapa Juara?
"Saya rasa ini dari awal saya menjabat menjadi anggota DPRD sudah selalu saya ulang-ulang," tegasnya.
Legislator tersebut berharap agar kepuasan warga menikmati fasilitas rekreasi di taman kota tidak berujung pada kesulitan saat membutuhkan ruang pemakaman bagi anggota keluarga.
"Jangan sampai masyarakat butuh taman untuk healing, tapi ketika ada anggota keluarga meninggal justru kesulitan mencari lahan makam," ucapnya.