⌂ Beranda News Mahasiswa di Berbagai Daerah Gelar Demonstrasi Kritik Program MBG

Mahasiswa di Berbagai Daerah Gelar Demonstrasi Kritik Program MBG

Mahasiswa di Berbagai Daerah Gelar Demonstrasi Kritik Program MBG
Mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di depan gedung pemerintahan
A A Ukuran Teks16px

Mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia menggelar aksi demonstrasi untuk menyuarakan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah.

>>> Asal-usul Nama Dusun Pentil di Rembang, Bukan Bermakna Negatif

Aksi di Surabaya dan Malang

Di Surabaya, massa dari Aliansi BEM Surabaya (ABS) berkumpul di depan Gedung Negara Grahadi.

Koordinator Umum ABS, Nasrawi Ibnu Dahlan, menyatakan aksi ini adalah tanggung jawab moral mahasiswa dalam mengawal kepentingan rakyat.

Nasrawi menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh diam melihat rakyat terhimpit persoalan ekonomi, demokrasi, lingkungan, dan hak asasi manusia.

Aksi ini bertujuan menjaga cita-cita reformasi dari kemunduran.

Sementara itu, di Kota Malang, ratusan mahasiswa berpakaian hitam memadati depan Gedung DPRD Kota Malang. Mereka menuntut evaluasi total terhadap pelaksanaan program MBG.

>>> Bocah 12 Tahun Tewas Tenggelam Saat Berenang di Sungai Cisasah Bogor

Salah satu orator di Malang mendesak Badan Gizi Nasional untuk segera mengevaluasi program tersebut agar tidak menjadi celah korupsi.

Ia menyebut MBG telah menjadi sarang tikus yang serakah.

Demonstrasi di Bandung

Aksi serupa juga berlangsung di kawasan Tugu Kubus, Jalan Ganesha, Kota Bandung, yang dimotori oleh Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM ITB).

Ketua KM ITB, Nahdah Nabila, menjelaskan aksi ini merupakan respons terhadap persoalan masyarakat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

>>> Minat Menabung Masyarakat Indonesia Meningkat Didorong Perbaikan Ekonomi

Nahdah menyoroti perlunya tanggung jawab fiskal melalui efisiensi anggaran untuk memperbaiki program ekstratif, makan bergizi gratis, dan realokasi pengeluaran demi penguatan daya beli masyarakat serta industri manufaktur.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru