Mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia menggelar aksi demonstrasi untuk menyuarakan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah.
Aksi di Surabaya dan Malang
Di Surabaya, massa dari Aliansi BEM Surabaya (ABS) berkumpul di depan Gedung Negara Grahadi.
Koordinator Umum ABS, Nasrawi Ibnu Dahlan, menyatakan aksi ini adalah tanggung jawab moral mahasiswa dalam mengawal kepentingan rakyat.
Nasrawi menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh diam melihat rakyat terhimpit persoalan ekonomi, demokrasi, lingkungan, dan hak asasi manusia.
Aksi ini bertujuan menjaga cita-cita reformasi dari kemunduran.
Sementara itu, di Kota Malang, ratusan mahasiswa berpakaian hitam memadati depan Gedung DPRD Kota Malang. Mereka menuntut evaluasi total terhadap pelaksanaan program MBG.
Salah satu orator di Malang mendesak Badan Gizi Nasional untuk segera mengevaluasi program tersebut agar tidak menjadi celah korupsi.
Ia menyebut MBG telah menjadi sarang tikus yang serakah.
Demonstrasi di Bandung
Aksi serupa juga berlangsung di kawasan Tugu Kubus, Jalan Ganesha, Kota Bandung, yang dimotori oleh Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM ITB).
Ketua KM ITB, Nahdah Nabila, menjelaskan aksi ini merupakan respons terhadap persoalan masyarakat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Nahdah menyoroti perlunya tanggung jawab fiskal melalui efisiensi anggaran untuk memperbaiki program ekstratif, makan bergizi gratis, dan realokasi pengeluaran demi penguatan daya beli masyarakat serta industri manufaktur.