Mengonsumsi suplemen vitamin telah menjadi kebiasaan bagi banyak orang yang menerapkan gaya hidup sehat. Berbagai jenis nutrisi populer seperti vitamin C, D, magnesium, dan omega-3 sering menjadi pilihan.
Namun, cara mengonsumsi suplemen, termasuk waktu minum dan kombinasinya dengan makanan, sangat memengaruhi efektivitas penyerapannya oleh tubuh.
>>> Pesawat Bomber B-52 Jatuh di California, AS, Investigasi Dimulai
Waktu Konsumsi Suplemen Berdasarkan Jenisnya
Menurut dokter naturopati Saru Bala, momentum konsumsi suplemen bergantung pada jenis bahan, proses penyerapan, pengaruhnya terhadap energi atau tidur, serta kebutuhan konsumsi bersama makanan.
Meskipun begitu, konsistensi tetap menjadi faktor utama keberhasilan suplemen. Beberapa zat gizi justru bekerja lebih optimal jika diminum pada waktu yang terpisah.
Dokter spesialis kandungan Banafsheh Bayati menyarankan zat besi sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong, idealnya segera setelah bangun tidur.
Penyerapan zat besi dapat ditingkatkan dengan vitamin C atau segelas jus jeruk.
Hindari konsumsi kopi dan teh setelah minum zat besi karena kafein dapat menghambat penyerapannya. Probiotik juga dianjurkan sebelum sarapan pagi untuk mendukung kesehatan usus.
Vitamin larut lemak seperti A, D, E, dan K lebih mudah diserap tubuh jika dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak sehat, seperti kacang-kacangan atau alpukat.
Zinc, yang berfungsi memperkuat sistem kekebalan tubuh, sebaiknya dikonsumsi pada siang hari bersama makanan ringan untuk mencegah rasa mual.
>>> Ipswich Town Bidik Ole Gunnar Solskjaer Gantikan Kieran McKenna
L-theanine direkomendasikan setelah minum teh atau kopi di pagi hari untuk menciptakan ketenangan dan fokus.
Untuk suplemen yang dikonsumsi pada malam hari, omega-3 dan multivitamin disarankan diminum bersama makan malam yang kaya lemak sehat, seperti olahan ikan atau minyak zaitun, demi penyerapan optimal.
Magnesium memiliki waktu konsumsi yang bergantung pada jenisnya.
Magnesium glisinat dapat ditoleransi kapan saja, sementara magnesium sitrat atau oksida dosis tinggi pada malam hari membantu keteraturan buang air besar.
Beberapa varian magnesium tertentu dapat meningkatkan kualitas istirahat malam jika dikonsumsi satu hingga satu setengah jam sebelum tidur.
Penting juga untuk memperhatikan kombinasi antar-mineral. Zat besi, zinc, magnesium, dan kalsium dapat saling berebut jalur penyerapan jika dikonsumsi bersamaan dalam dosis tinggi.
>>> BPS RI Mulai Pendataan Lapangan Sensus Ekonomi 2026
Oleh karena itu, suplemen mineral tertentu mungkin memerlukan jeda waktu konsumsi. Sebaliknya, kombinasi seperti vitamin C dan zat besi justru saling memperkuat fungsi.
