Penyelidikan mendalam tengah dilakukan terkait insiden jatuhnya pesawat pengebom milik Angkatan Udara Amerika Serikat di pangkalan Angkatan Udara Edwards, California.
Otoritas memperkirakan investigasi ini akan memakan waktu hingga enam bulan.
>>> Ipswich Town Bidik Ole Gunnar Solskjaer Gantikan Kieran McKenna
Pesawat Boeing B-52 Stratofortress tersebut jatuh di gurun Mojave, sekitar 161 kilometer timur laut Los Angeles, dengan membawa delapan orang di dalamnya.
Kecelakaan ini memicu ledakan dahsyat dan meninggalkan bekas hangus di area landasan pacu berpasir.
Analisis Awal dan Dugaan Penyebab
Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat sempat berbelok tajam ke kanan sesaat setelah lepas landas, berputar hampir 180 derajat, sebelum akhirnya jatuh menukik dengan kecepatan sekitar 1.541 meter per menit.
Kecepatan jatuh yang hampir sepuluh kali lebih cepat dari kecepatan normal saat mendarat memicu dugaan kegagalan sistem kontrol penerbangan.
>>> BPS RI Mulai Pendataan Lapangan Sensus Ekonomi 2026
Pakar keselamatan penerbangan, Jeff Guzzetti, menyebutkan kemungkinan penyebab meliputi pengaturan kontrol yang keliru pasca-perawatan, kendala mesin parah, atau kegagalan fungsi peralatan baru yang diuji coba.
Seluruh penumpang dan kru, yang terdiri dari pekerja Boeing, pegawai pemerintah, personel militer, dan kontraktor sipil, dilaporkan tidak selamat.
Identitas para korban belum dirilis.
>>> Film The Furious Tayang di Bioskop Indonesia Mulai 17 Juni 2026
Insiden ini menambah daftar kecelakaan fatal dalam latihan angkatan udara AS dalam beberapa tahun terakhir, termasuk insiden serupa di Texas pada 2024 dan Alabama pada 2021.