⌂ Beranda News Cina Dukung Perdagangan Berjangka Obligasi Pemerintah di Hong Kong

Cina Dukung Perdagangan Berjangka Obligasi Pemerintah di Hong Kong

Cina Dukung Perdagangan Berjangka Obligasi Pemerintah di Hong Kong
Ilustrasi perdagangan berjangka obligasi pemerintah Cina di Hong Kong
A A Ukuran Teks16px

Otoritas regulator pasar modal Cina menyatakan dukungan penuh terhadap peluncuran perdagangan kontrak berjangka obligasi pemerintah berdenominasi yuan di Hong Kong pada Rabu, 17 Juni 2026.

Langkah strategis ini bertujuan memperkuat posisi Hong Kong sebagai pusat transaksi yuan lepas pantai terbesar di dunia sekaligus mempercepat internasionalisasi mata uang renminbi di tengah tekanan fiskal global.

>>> Telkom University Purwokerto Dorong Digitalisasi UMKM Lewat Program Inovatif

Ketua China Securities Regulatory Commission (CSRC), Wu Qing, menjelaskan bahwa Beijing akan mendukung Hong Kong untuk merilis kontrak berjangka obligasi pemerintah Cina berjangka waktu lima tahun dalam waktu dekat.

Kebijakan ini diharapkan mempermudah investor luar negeri dalam menempatkan alokasi aset jangka panjang pada instrumen keuangan berbasis yuan.

Pengumuman ini juga menjadi respons atas meningkatnya permintaan aset yuan karena ketegangan di Timur Tengah dan beban fiskal pemerintah Amerika Serikat yang mendorong investor global mendiversifikasi kepemilikan dolar mereka.

Imbal hasil obligasi pemerintah Cina berjangka waktu 10 tahun sempat menyentuh level terendah dalam satu tahun terakhir sebesar 1,73 persen, sementara nilai tukar yuan menguat ke titik tertinggi terhadap dolar AS dalam tiga tahun terakhir.

Peluncuran produk derivatif pendapatan tetap ini menjadi upaya penting bagi Hong Kong untuk mempertahankan minat investor asing yang sempat mengalihkan fokus investasi saham mereka ke Korea Selatan dan Taiwan.

>>> Prodia Digital Indonesia Luncurkan Fitur U-aang Bersama blu BCA Digital

Rencana tersebut dinilai sebagai momentum positif bagi pasar keuangan internasional setelah melalui diskusi regulasi yang panjang.

Kepala Ekonom Pinpoint Asset Management di Hong Kong, Zhang Zhiwei, menyatakan bahwa kepastian instrumen baru ini akan membawa dampak signifikan bagi ekosistem keuangan regional.

Bersamaan dengan itu, Bank Sentral Cina bersama komisi reformasi dan pemerintah Kota Shanghai telah menerbitkan Rencana Aksi Pengembangan Keuangan Lepas Pantai di Pusat Keuangan Internasional Shanghai.

Program ini merancang kerangka kerja kelembagaan komprehensif yang ditargetkan mulai terbentuk pada akhir tahun 2027 melalui inovasi digital di Kawasan Baru Pudong.

>>> Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya China, Kekayaan Capai Rp1.642 Triliun

Selanjutnya, Shanghai memproyeksikan pembentukan sistem hukum keuangan lepas pantai yang matang pada 2030, serta menargetkan diri menjadi hub strategis yang mengoordinasikan keuangan domestik dan internasional secara berkualitas tinggi pada akhir tahun 2035.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru