⌂ Beranda News IHSG Menguat ke 6.321 Jelang Keputusan Suku Bunga BI dan The Fed

IHSG Menguat ke 6.321 Jelang Keputusan Suku Bunga BI dan The Fed

IHSG Menguat ke 6.321 Jelang Keputusan Suku Bunga BI dan The Fed
Grafik bursa saham Indonesia menguat
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dibuka menguat ke level 6.321 pada perdagangan Rabu (17/6/2026).

Penguatan ini terjadi seiring pelaku pasar mengantisipasi keputusan suku bunga Bank Indonesia dan Federal Reserve.

>>> Alexandra Eala Hadapi Donna Vekic di Babak Pertama Berlin Open

Investor cenderung bersikap menunggu di tengah sejumlah agenda ekonomi penting domestik maupun global yang dijadwalkan sepanjang pekan ini.

Rekomendasi Analis dan Sentimen Global

Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menyarankan agar investor memastikan kepastian penguatan indeks sebelum menambah portofolio saham.

Ia merekomendasikan untuk menunggu level penting 6.300 sebelum melakukan average up, mengingat adanya event seperti Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI), serta keputusan MSCI dan FTSE Russell yang berpotensi menimbulkan goncangan pasar.

Pelaku pasar global dilaporkan mulai memindahkan investasi ke sektor yang dinilai lebih aman, sementara alokasi ke Jepang, sektor material, dan perbankan meningkat.

Survei Global Fund Manager Bank of America menunjukkan 55 persen manajer investasi yakin Ketua The Fed akan mempertahankan kebijakan ketat dalam pertemuan FOMC pada 16-17 Juni.

>>> PT Acset Indonusa Divonis Denda Rp 350 Juta Terkait Korupsi Tol MBZ

Sentimen lain yang menekan harga minyak dunia adalah rencana penandatanganan nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran di Swiss pada Jumat (19/6/2026).

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa kawasan Selat Hormuz akan dibuka sepenuhnya selama masa negosiasi lanjutan kedua negara yang berlangsung 60 hari.

Proyeksi Kebijakan Domestik dan Pertumbuhan Ekonomi

Dari dalam negeri, investor mengantisipasi hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diproyeksikan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.

Katalis domestik lainnya mencakup rencana pemerintah menerbitkan instrumen Panda Bonds berdenominasi yuan pada akhir Juni atau awal Juli 2026 untuk menopang stabilitas rupiah.

>>> Uzbekistan Tantang Kolombia di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Bank Dunia merilis proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat di level 5,0 persen untuk tahun 2026 dan meningkat ke 5,2 persen pada periode 2027-2028.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru