Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo membantah kabar mengenai masalah finansial yang tengah dihadapi kontraktor pelaksana proyek Sekolah Rakyat.
Penegasan itu disampaikan di Gedung DPR, Jakarta, pada Rabu (17/6/2026) menanggapi isu keterbatasan dana yang menghambat pengerjaan di lapangan.
>>> IEA Prediksi Kelebihan Pasokan Minyak Dunia pada 2027
"Nggak ada yang keterbatasan arus kas. So far aman," ujar Dody.
Kendala Bukan pada Anggaran
Menurut Dody, kendala yang sesungguhnya bukan berasal dari masalah anggaran, melainkan karena pihak penyedia jasa belum dapat mencairkan pembayaran akibat target fisik yang belum tercapai.
Oleh karena itu, peninjauan langsung ke sejumlah titik lokasi proyek kini rutin dilakukan untuk memacu percepatan pengerjaan fisik bangunan.
"Sebetulnya nggak ada masalah soal pembiayaan. Si kontraktor belum bisa meng-invoice kita karena progresnya belum sampai ke sana.
>>> De Margo Gelar Bola De Gembira, Sediakan Tempat Nobar Piala Dunia 2026
Makanya kan saya tiap hari keliling, gebrak-gebrak soal progres," terang Dody.
Sebelumnya, langkah antisipasi berupa koordinasi dengan Danantara serta jaringan perbankan Himbara telah berjalan untuk mengamankan dukungan permodalan bagi para mitra kerja.
"Untuk penyedia jasa yang mengalami kendala cash flow, kami sudah berkoordinasi dengan Danantara agar dapat dibantu oleh perbankan Himbara.
>>> DPR Kritik Permintaan Tambahan Anggaran Kemenpar Rp1,99 Triliun
Dari sisi tenaga kerja, kami akan melibatkan dukungan Zeni TNI seperti yang telah kami lakukan pada SR di Lombok Utara, pada titik-titik yang mengalami keterlambatan progres sehingga target penyelesaian tetap bisa dikejar," ujar Dody dalam keterangan tertulis Kementerian PU, Sabtu (30/5/2026).