⌂ Beranda News Kementan Kucurkan Insentif Rp 375 Miliar demi Swasembada Bawang Putih

Kementan Kucurkan Insentif Rp 375 Miliar demi Swasembada Bawang Putih

Kementan Kucurkan Insentif Rp 375 Miliar demi Swasembada Bawang Putih
Petani menanam bawang putih di lahan pertanian
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Pertanian mengucurkan insentif senilai Rp 375 miliar kepada petani untuk mengembangkan pembibitan bawang putih dalam negeri. Langkah ini diambil sebagai upaya mewujudkan swasembada dan menekan ketergantungan impor.

Anggaran yang bersumber dari APBN tersebut dialokasikan untuk menyasar 5.000 hektare lahan pertanian.

>>> Cara Nonton Live Streaming Portugal vs Kongo Piala Dunia 2026

Petani menerima bantuan berupa bibit bawang putih senilai Rp 75 juta per hektare dari total biaya produksi yang mencapai Rp 120 juta per hektare.

Pemerintah menerapkan skema pengembalian unik dalam program ini.

Para petani diwajibkan mengembalikan insentif dalam bentuk bibit sebanyak 1,5 kali lipat dari jumlah awal yang mereka terima.

Skema Pengembalian Bibit

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, menjelaskan bahwa sisa bibit setelah kewajiban pengembalian terpenuhi dapat dimanfaatkan secara mandiri oleh petani.

"Bibit yang lain dikembalikan, satu setengah kali sisanya boleh dijual bebas," ujar Mas Dar saat ditemui di Kantor Kementan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Bibit yang dikembalikan kepada Kementerian Pertanian nantinya disalurkan kembali kepada petani lain dengan skema insentif yang sama.

>>> Disdik Jabar Siapkan Bantuan Sekolah Swasta bagi Puluhan Ribu Siswa

Langkah bertahap ini ditargetkan mampu memenuhi kebutuhan produksi bibit nasional untuk luasan lahan hingga 100.000 hektare demi mencukupi konsumsi dalam negeri.

"Kalau sudah ada yang membibit, membibit, membibit kemudian kita bibitnya gimana bisa ditangkar cukup.

Intinya nanti ujungnya obyektif dari ini bukan pembibitan tapi bagaimana yang ditanam itu yang kita konsumsi," jelas Mas Dar.

Saat ini, pemenuhan konsumsi bawang putih nasional masih sangat bergantung pada pasokan luar negeri karena 90 persen stok berasal dari impor.

Pemerintah menghadapi tantangan besar karena negara asal mulai membatasi pembelian bibit.

Skema pembibitan mandiri ini diproyeksikan membutuhkan waktu beberapa tahun ke depan untuk mencapai kemandirian total. "Kita butuh at least 3-4 tahun untuk bisa mencapai swasembada ini.

>>> Presiden Prabowo Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026

Tantangan paling utama adalah ketersediaan lahan dan juga adalah khususnya lagi adalah ketersediaan bibit," tutur Mas Dar.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru