Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengajukan usulan tambahan anggaran sebesar Rp40,75 triliun untuk Pagu Tahun 2027.
Hal ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI pada Rabu (17/6/2026).
>>> Polda Riau Serahkan Tiga Tersangka Perusakan Mangrove ke Kejaksaan
Pengajuan tersebut didasari oleh ketidakcukupan pagu indikatif sebelumnya yang hanya ditetapkan sebesar Rp58,24 triliun. Angka itu berdasarkan surat bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas.
Kementerian menilai alokasi awal belum mampu mengakomodasi realisasi berbagai program prioritas nasional.
Salah satu yang membutuhkan dana besar adalah percepatan revitalisasi sekolah di berbagai wilayah Indonesia dengan kebutuhan dominan Rp14,28 triliun.
Rincian Usulan Tambahan Anggaran
"Untuk itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menyampaikan permohonan usulan tambahan anggaran tahun anggaran 2027 sebesar Rp40,75 triliun kepada Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, dan Menteri Sekretaris Negara," kata Mu'ti saat rapat di Gedung Parlemen.
>>> Pemerintah Luncurkan E-Learning ASN Berintegritas untuk Cegah Korupsi
Dana ekstra yang diusulkan juga akan didistribusikan untuk sektor kebahasaan dan kesastraan sebesar Rp283,44 miliar serta dukungan manajemen yang mencapai Rp2,95 triliun.
Kemendikdasmen mendukung berbagai prioritas nasional, termasuk pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun.
Program itu mencakup revitalisasi satuan pendidikan, penanganan anak tidak sekolah, pemberian bantuan pendidikan melalui PIP, serta pemerataan layanan satu tahun prasekolah.
>>> Kemenhub Lanjutkan Pembahasan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat
Selain itu, anggaran ini diproyeksikan untuk mendanai peningkatan kualitas pengajaran, penguatan pendidikan vokasi, dan pembangunan kesastraan.
