Pendiri Amazon, Jeff Bezos, menyatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) tidak akan menggantikan peran manusia, tetapi justru memicu kelangkaan tenaga kerja.
Pernyataan ini disampaikan Bezos dalam konferensi teknologi VivaTech di Paris, Perancis, pada Rabu (17/6/2026).
Bezos menanggapi kekhawatiran publik yang meluas, di mana jajak pendapat Reuters dan Ipsos menunjukkan separuh warga Amerika Serikat khawatir AI dapat menyebabkan pemutusan hubungan kerja.
"Saya sangat tidak setuju dengan sudut pandang ini. Menurut saya, AI justru akan menciptakan kekurangan tenaga kerja," ujar Bezos.
Ia menilai hambatan kemampuan manusia saat ini dapat diatasi dengan bantuan teknologi AI, sehingga membuka peluang aktivitas ekonomi baru.
Proyek AI dan Antariksa Bezos
Selain membahas AI, Bezos memaparkan proyek pribadinya, termasuk startup AI Prometheus yang bertujuan mempercepat proses produksi fisik.
Ia juga menyoroti perusahaan antariksa Blue Origin yang bersaing dengan SpaceX milik Elon Musk.
Blue Origin bercita-cita memindahkan industri yang mencemari lingkungan ke luar angkasa.
"Jika perjalanan luar angkasa cukup andal dan murah, serta material dari asteroid dan Bulan bisa diperoleh, planet ini bisa kembali ke kondisi pra-Revolusi Industri," kata Bezos.
CEO Blue Origin, David Limp, mengungkapkan bahwa pembangunan kembali landasan peluncuran roket New Glenn di Florida telah dimulai setelah ledakan besar pada Mei lalu.