⌂ Beranda News China Kecam Platform Intelijen Baru Taiwan yang Ajak Warga Beijing Bocorkan Data

China Kecam Platform Intelijen Baru Taiwan yang Ajak Warga Beijing Bocorkan Data

China Kecam Platform Intelijen Baru Taiwan yang Ajak Warga Beijing Bocorkan Data
Ilustrasi hubungan China dan Taiwan
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah China mengecam keras peluncuran platform intelijen baru oleh otoritas Taiwan. Situs tersebut secara terbuka mengajak warga negara China untuk membocorkan informasi rahasia.

Platform pelaporan itu diperkenalkan oleh Biro Keamanan Nasional Taiwan (NSB) melalui video pendek berbasis kecerdasan buatan pada Senin (15/6).

>>> Lionel Messi Cetak Rekor Gol Piala Dunia Usai Argentina Tekuk Aljazair

Langkah ini disebut sebagai respons terhadap dugaan infiltrasi dan spionase dari Beijing.

Video promosi berdurasi satu menit itu menggambarkan tekanan kerja pegawai negeri sipil di bawah rezim China. NSB berupaya menarik simpati publik yang mendambakan ruang demokrasi.

"Mencerminkan suasana bahwa semua orang berada dalam situasi tegang di bawah rezim totaliter China," demikian penggalan video tersebut.

NSB mengklaim adanya peningkatan interaksi dari publik China yang ingin membagikan data penting. Mereka juga menyiapkan mekanisme penyaringan data berbasis teknologi ketat.

>>> Hakim AS Batalkan Kasus Pelanggaran Sanksi Iran oleh Halkbank

Respons Beijing

Pemerintah China langsung merespons agresif melalui pernyataan resmi yang disiarkan televisi pemerintah CCTV. Juru bicara Kantor Urusan Taiwan, Chen Binhua, menilai tindakan Taipei merusak stabilitas hubungan lintas selat.

"Kami mengutuk keras tindakan ini dan akan mengambil tindakan balasan yang tegas," kata Chen Binhua.

Chen juga memperingatkan konsekuensi hukum berat bagi warga China yang terbukti membagikan informasi rahasia kepada institusi Taiwan. Beijing menegaskan komitmen menjaga kedaulatan wilayah yang mereka klaim.

>>> Angkatan Udara Portugal Tambah Dua Satelit Radar ICEYE untuk Pengawasan Maritim

"Warga negara China, partai politik, organisasi masyarakat, perusahaan, institusi publik, dan organisasi sosial lainnya semuanya memikul tanggung jawab dan kewajiban untuk menjaga keamanan nasional," ujar Chen.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru