Nilai tukar dolar AS menunjukkan stabilitas tinggi dan menekan pound Inggris di pasar Asia pada Rabu, 17 Juni 2026.
Pergerakan ini terjadi menjelang pengumuman kebijakan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve pada Kamis, 18 Juni 2026.
>>> Manchester City Siapkan Langkah Rekrut Kiper Pierce Charles
Kehati-hatian investor mendominasi pasar global, yang juga mencermati ketidakpastian negosiasi damai antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz.
Pasangan mata uang GBP/USD melemah dari level tertinggi sebelumnya dan diperdagangkan di sekitar kisaran 1,3400.
Penguatan dolar AS dipicu oleh sentimen makro global yang mendorong permintaan terhadap mata uang safe haven.
Proyeksi Suku Bunga The Fed
Pasar keuangan memproyeksikan bahwa The Federal Reserve akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen dalam pertemuan kali ini.
>>> Universitas Kentucky Tunjuk J Batt sebagai Direktur Atletik Baru
Para pelaku pasar kini menunggu konferensi pers resmi dari bank sentral untuk mendapatkan petunjuk arah kebijakan baru era berikutnya.
Tekanan pada pound Inggris juga dipicu oleh persiapan pasar menghadapi pekan data padat dari Inggris.
Data tersebut mencakup rilis angka inflasi, kondisi pasar kerja, dan data penjualan ritel.
>>> Cristiano Ronaldo Catat Rekor Buruk Usai Mandul Lawan RD Kongo
Investor global juga memfokuskan perhatian pada keputusan suku bunga terbaru dari Bank of England serta pelaksanaan pemilu sela di Makerfield yang memberi pengaruh politik terhadap pergerakan mata uang.