⌂ Beranda News Ilmuwan Petakan Jaringan Jamur Bawah Tanah Sepanjang Kosmik

Ilmuwan Petakan Jaringan Jamur Bawah Tanah Sepanjang Kosmik

Ilmuwan Petakan Jaringan Jamur Bawah Tanah Sepanjang Kosmik
Ilustrasi jaringan jamur mikoriza di bawah tanah
A A Ukuran Teks16px

Para ilmuwan berhasil memetakan seluruh jaringan jamur bawah tanah di Bumi dan menemukan fakta mengejutkan.

Jaringan tersebut sangat luas hingga jika dibentangkan menjadi garis lurus, panjangnya dapat mencapai sistem bintang lain serta melintasi sebagian besar galaksi Bima Sakti.

>>> Cristiano Ronaldo Tampil Buruk saat Portugal Ditahan Imbang RD Kongo

Studi terobosan yang diterbitkan di jurnal Science ini berfokus pada mikroorganisme yang dikenal sebagai jamur mikoriza arbuskular.

Mikroorganisme ini menjadi tulang punggung tersembunyi bagi tanah di planet kita, bertugas mengedarkan air, nutrisi, sekaligus mengatur iklim dengan mengunci cadangan karbon dalam jumlah sangat besar.

Secara keseluruhan, studi menemukan bahwa jaringan jamur global ini memiliki berat sekitar 300 megaton.

Bobot tersebut berukuran empat hingga enam kali lebih besar dibanding biomassa seluruh umat manusia.

Sekitar 40% massa jamur tersebut berada di padang rumput dataran tinggi atau lahan basah yang tergenang air, seperti Taman Nasional Everglades di Florida.

Para penulis berharap penelitian ini dapat menyoroti peran penting yang sering diabaikan dari jaringan jamur dalam ekosistem Bumi.

Sekitar 70% dari seluruh kehidupan tanaman darat sangat bergantung pada mikroorganisme tersebut.

"Orang-orang sama sekali tidak memperhatikan ekosistem ini," ujar Toby Kiers, ahli biologi evolusioner di Vrije University Amsterdam sekaligus direktur Society for the Protection of Underground Networks (SPUN).

"Saya berharap temuan ini dapat memicu diskusi untuk perlindungan mereka, karena padang rumput liar menghilang sangat cepat," kata Justin Stewart, ahli biologi di SPUN.

>>> Suku Bunga The Fed Tetap, Wall Street Ditutup Melemah

"Area-area ini adalah kawasan yang benar-benar sedang dirusak manusia, karena jauh lebih mudah membabat rumput daripada menebang pohon," tambahnya.

Untuk mengungkap struktur bawah tanah ini, peneliti menggunakan data lebih dari 16.000 sampel tanah dari 300 makalah ilmiah sebelumnya.

Data tersebut menghitung kepadatan lokal dari filamen jamur, atau hifa, di berbagai penjuru dunia.

Para peneliti kemudian memasukkan data ini ke dalam machine learning untuk memprediksi kepadatan jaringan hifa per kilometer persegi pada lapisan tanah atas.

Hasil pemodelan ini menunjukkan angka yang sangat mencengangkan.

Secara keseluruhan, model menemukan bahwa Bumi dilapisi oleh hifa sepanjang lebih dari 110 kuadriliun kilometer.

Jarak tersebut hampir setara dengan semiliar kali lipat jarak antara Bumi dan Matahari.

Dalam skala kosmik, ukuran itu setara hampir 12.000 tahun cahaya atau sekitar sepersepuluh dari diameter galaksi kita.

Penelitian ini memberikan gambaran paling jelas mengenai seberapa besar jaringan jamur menopang ekosistem darat.

>>> 11 Kepala Desa Jombang Kunjungi IKN, Kagumi Arsitektur Modern

Namun, hal yang masih kurang terpetakan dengan baik dari model tersebut adalah tingkat kesehatan jamur serta seberapa besar ancaman yang melanda mereka.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru