Tren perjalanan kini bergeser dari sekadar destinasi dan atraksi. Konsep baru bernama wisata psikologi mulai dikembangkan di Indonesia.
Artotel Group bersama PT Perisai Psikologi Indonesia meluncurkan program ini. Program tersebut diberi nama Mindhavana.
>>> Como 1907 Bangga dengan Debut Nico Paz dan Martin Baturina di Piala Dunia 2026
Director of Sales & Revenue Artotel Group, Nastalia Nursanti, mengatakan konsep wellness dikolaborasikan untuk menghadirkan dimensi baru.
Pengalaman itu membantu seseorang berhenti sejenak, merefleksikan hidup, dan kembali terhubung dengan diri sendiri dengan bantuan psikolog.
Latar Belakang dan Target Pasar
Munculnya wisata psikologi didorong oleh meningkatnya kebutuhan ruang pemulihan kesehatan mental. COO PT Perisai Psikologi Indonesia, Catur Prasetyo, menyebut Indonesia memasuki fase penuaan penduduk.
>>> Polres Pelalawan Tangkap Ibu yang Eksploitasi Anak Jadi Manusia Silver
Data SUPAS BPS 2025 menunjukkan jumlah lansia mencapai 34 juta jiwa. Sebanyak 85 persen ditanggung anak dan 15 persen mandiri.
Target pasar utama program ini adalah masyarakat berusia di atas 50 tahun. Layanan dirancang untuk membantu lansia merefleksikan perjalanan hidup dan menata ulang makna hidup.
Catur mengatakan banyak orang mampu berlibur, tapi belum tentu pulih. Ia meyakini konsep baru ini bisa menjadi arah masa depan pariwisata domestik.
>>> TVRI Siarkan Langsung Uzbekistan vs Kolombia di Piala Dunia 2026
Mindhavana disebut sebagai psychological luxury experiences. "Kemewahan tertinggi adalah ketenangan batin, mampu memahami diri sendiri, dan hidup dengan makna," ujar Catur.
